Akurat

Sedih! Pria Gaza Terpisah dari Tunangannya karena Perang, Hanya Hadiahi Pesan Suara Cinta untuk Rayakan Valentine

Mitha Theana | 15 Februari 2024, 03:00 WIB
Sedih! Pria Gaza Terpisah dari Tunangannya karena Perang, Hanya Hadiahi Pesan Suara Cinta untuk Rayakan Valentine


AKURAT.CO Pria Gaza, Youssef Shalha berharap bisa membelikan tunangannya Bisan Badah bunga atau boneka beruang di Hari Valentine.

Namun, Youssef dan Bisan harus terpisah akibat perang di Gaza, satu-satunya hadiah romantis yang bisa diberikan pria itu kepada tunangannya hanyalah sebuah pesan suara yang penuh cinta.

Empat bulan serangan udara dan darat Israel ke Gaza telah menjungkirbalikkan bahkan aspek terkecil dari kehidupan di daerah kantong Palestina yang kecil itu.

Baca Juga: Perdana Menteri Israel Klaim Kemenangan di Gaza Sudah dalam Jangkauan, Tanda Perang Segera Berakhir?

Serangan Israel membuat hampir semua penduduknya kehilangan tempat tinggal dan tidak dapat merencanakan masa depan mereka.

"Tidak ada lagi yang indah yang tersisa. Setelah perang, ke mana kami akan pergi?" kata Youssef, dikutip Kamis (15/2/2024).

Ia berencana untuk menikahi Badah, yang berulang tahun pada bulan April, yang juga jatuh pada Hari Valentine.

Baca Juga: Perang Gaza Terus Belanjut, Arab Saudi: Tidak Ada Hubungan Diplomatik dengan Israel tanpa Negara Palestina Merdeka

Pasangan ini telah merencanakan kunjungan ke keluarga mereka selama bulan puasa Ramadan yang akan datang, yang secara tradisional merupakan periode perayaan.

"Tidak ada yang tersisa untuk dikunjungi. Semua kerabat saya menjadi sasaran. Semuanya terkena serangan udara. Semuanya hancur," katanya.

Kini, Youssef tinggal di sebuah tenda di Rafah, setelah mengungsi dari rumahnya di Beit Lahiya dan tempat penampungan di Khan Younis ketika serangan Israel semakin meningkat.

Baca Juga: Spontan! Komedian Komeng Unggul Sementara di Pemilihan DPD Jabar

Lantas sulit baginya untuk bertemu dengan sang tunangan di sebuah tenda bersama keluarganya di tempat lain di kota itu.

Mereka bertukar pesan suara ketika mereka bisa, tetapi komunikasi sangat sulit di Rafah dan Youssef tidak dapat menghubungi Badah selama dua hari.

"Saya menunggu untuk dapat terhubung dengannya untuk memberikan hadiah sederhana ini," katanya, sambil menunjukkan selendang yang ia beli untuk Badah, sebagai pengganti hadiah yang lebih rumit yang ingin ia berikan kepadanya sebelum konflik menghancurkan rencana mereka.

Perang Israel di Gaza sendiri dipicu oleh serangan 7 Oktober ketika para pejuang Hamas menerobos pagar perbatasan ke Israel selatan.

Baca Juga: Rincian Gaji Petugas KPPS Pemilu 2024, Ternyata Cair Tanggal Segini

Serangan Israel ke Gaza saat ini telah menewaskan lebih dari 28.000 orang menurut otoritas kesehatan dengan sebagian besar daerah Gaza menjadi reruntuhan.

"Hari Valentine dikenal dengan mawar merah dan hati merah. Tapi sekarang merah adalah warna darah. Semua yang Anda lihat berwarna merah: kematian dan kehancuran, itu membuat kulit kami merinding," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.