Starbucks 'Hilang' dari Daftar Boikot BDS Indonesia, Kenapa?

AKURAT.CO Gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi Indonesia (Gerakan BDS Indonesia) baru-baru ini memperbarui daftar target boikot untuk mengecam serangan Israel terhadap Palestina.
Dalam pembaruan tersebut, Starbucks telah resmi dihapus dari daftar boikot Gerakan BDS Indonesia.
"Update lists patch Juli 2024. Tetap semangat boikotnya, teman-teman, Palestina masih menghadapi kezaliman penjajah," tulis Gerakan BDS Indonesia dikutip pada Selasa (30/7/202).
Baca Juga: NasDem Masih Setengah Hati Dukung Anies: Rekomendasi Bukan Berarti Akan Didaftarkan
Berikut daftar target boikot Gerakan BDS di setiap kategori:
Super Jahat
1. HP
2. Intel
3.AXA
Tinggalkan
1. McDonalds
2. Pizza Hut
3. Burger King
4. Domino's Pizza
Baca Juga: Istana Bantah Presiden Jokowi Rotasi dan Lantik Menteri Baru di IKN
Gausah Beli Dulu, deh
1. PUMA
Dalam utas di platform X, mereka merangkum daftar target boikot berdasarkan hasil kajian tim riset internal.
Mereka menelusuri dampak merek tersebut dalam mendukung sektor ekonomi Israel dan hanya merek yang berkontribusi besar yang dimasukkan dalam daftar boikot.
"Ada beberapa brand lain yang punya keterlibatan lebih besar dalam mendukung penjajah dan lebih urgen untuk diboikot," ujar BDS Indonesia.
"Hal itu membutuhkan perhatian dan fokus lebih lanjut dari tim riset kami," tambahnya.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Datang Langsung, Prabowo Subianto Berikan Uang Pembinaan untuk Atlet
Menurut Gerakan BDS Indonesia, meski Starbucks tidak lagi dalam daftar, masyarakat diminta untuk melanjutkan boikot organik terhadap produk Starbucks.
Alasan Starbucks Dihapus dari Daftar Boikot
Gerakan BDS Indonesia menjelaskan bahwa daftar target boikot dipublikasikan berdasarkan kajian mendalam tentang dampak merek dalam mendukung ekonomi Israel.
"List yang kami buat berisi brand target yang memiliki kontribusi yang besar dalam memajukan perekonomian penjajah. Kami selalu mempertimbangkan beberapa aspek lainnya juga sehingga brand yang masuk list lebih mudah untuk diboikot masyarakat luas," lanjut penjelasan yang sama.
Starbucks dihapus karena sudah mengalami "pukulan telak" dari gerakan boikot dan telah
masuk kategori boikot organik masyarakat.
Mereka menegaskan bahwa fokus sekarang adalah merek lain yang lebih urgen untuk diboikot.
Starbucks sebelumnya menjadi target boikot setelah menggugat serikat pekerja, Starbucks Workers United, pada Oktober 2023.
Gugatan tersebut karena serikat menyatakan solidaritas terhadap Palestina, yang menurut Starbucks merupakan penyalahgunaan nama dan logo perusahaan.
Kini, Starbucks dihapus dari daftar boikot karena sudah cukup terpukul oleh gerakan boikot dan lebih baik dibiarkan sebagai boikot organik oleh masyarakat.
Baca Juga: Trending! Aksi Heroik Rifda Irfanaluthfi di Olimpiade Paris 2024, Tampil Gemilang Meski Cedera
Gerakan BDS Indonesia tetap mendukung boikot terhadap Starbucks meski tidak secara resmi masuk daftar mereka.
Pernyataan Resmi Starbucks Indonesia
Melalui laman resminya, Starbucks Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak mendukung pemerintah atau militer Israel.
Mereka menyatakan bahwa mereka menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan tidak memiliki agenda politik.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Juara ASEAN Championship, Erick Thohir Optimistis dengan Talenta Garuda
“Meskipun pernyataan yang tidak benar tersebar melalui media sosial, kami tidak memiliki agenda politik. Kami tidak menggunakan keuntungan kami untuk mendanai operasi pemerintah atau militer di mana pun – dan tidak pernah melakukannya,” tulis Starbucks dalam laman resmi mereka.
Baca Juga: Olimpiade Paris: Tempuh Jalan Berliku, Rifda Irfanaluthfi Kini Sah Berstatus Olimpian
Pada Mei 2024, The Starbucks Foundation dan PT Sari Coffee Indonesia mendonasikan Rp5 miliar kepada World Central Kitchen untuk menyediakan makanan bagi masyarakat di Gaza. Dukungan ini sebagai bentuk komitmen Starbucks dalam memperkuat kemanusiaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









