Akurat

Inilah Sosok Baliah, Pengemis 'Aa Kasihan Aa' yang Viral di TikTok

Shalli Syartiqa | 15 Januari 2024, 12:50 WIB
Inilah Sosok Baliah, Pengemis 'Aa Kasihan Aa' yang Viral di TikTok

AKURAT.CO Seorang pengemis yang dikenal sebagai Baliah, yang sering berada di sekitar Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Kepopuleran wanita pengemis ini disebabkan oleh cara uniknya dalam meminta-minta, yaitu dengan mengeluarkan intonasi "Aa Kasihan Aa" dan "Teh Kasihan Teh" sambil menari-nari.

Para pengguna jalan yang sering melewati area tersebut telah menghafal dengan baik intonasi yang dilontarkan oleh ibu pengemis di sekitar Gunung Salak.

Dalam video yang telah banyak tersebar di media sosial, terlihat wanita tersebut mengenakan jas hujan berwarna biru sambil memegang baskom dan tas hitam di tepi jalan menuju kawasan wisata.

Kini sudah ada berbagai versi yang dibuat oleh pengguna TikTok, baik dalam hal intonasi maupun video.

Bahkan, beberapa orang sengaja datang untuk merekam video dari pengemis tersebut.

Tidak hanya itu, ada juga versi remix dari intonasi "Aa Kasihan Aa" dan video-video yang meniru adegan dari wanita pengemis di sekitar Gunung Salak tersebut.

Sosok Baliah

Di sisi lain, ternyata Bailah merupakan bagian dari keluarga yang kurang mampu dan terpaksa melakukan kegiatan mengemis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk biaya pendidikan anaknya.

Baliah memiliki kesulitan berkomunikasi dan suaminya, Ropik, juga memiliki keterbatasan pendengaran.

Suaminya bekerja dalam pekerjaan serabutan dan mereka memiliki seorang putra yang saat ini bersekolah di kelas 5 SD.

Baliah menjelaskan bahwa ia mulai mengemis dari pagi hingga sore di sekitar Wisata Gunung Bunder yang terletak di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Baliah mengungkapkan bahwa penghasilannya dari mengemis dalam sehari mencapai sekitar Rp 100.000.

Gaya meminta-minta yang kini viral di media sosial diakui Baliah sebagai inisiatifnya sendiri yang spontan, tanpa ada yang menyuruhnya.

Ia juga pernah mengemis di Curug Cigamea, dan setiap akhir pekan ia berada di lokasi tersebut, sedangkan pada hari biasa, ia mengelilingi pemukiman.

Meskipun menyadari bahwa dirinya menjadi perbincangan di media sosial, Baliah tidak sepenuhnya memahami konteks viralitasnya karena kurangnya pemahaman tentang teknologi.

Namun, jumlah tersebut merupakan penghasilan kotor setelah dipotong untuk biaya ojek.

Jarak tempuhnya dari rumah ke lokasi mengemis sekitar 30 menit.

Setelah menghitung biaya ojek, uang jajan anaknya, biaya paket data untuk anaknya, dan sisanya, ia menggunakan uang tersebut untuk membeli beras.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.