Takut Indonesia Senasib dengan Palestina, Netizen Minta Pemerintah Segera Usir Rohingya!

AKURAT.CO Belakangan ini, isu Rohingya sebagai pengungsi di Aceh masih menjadi perbincangan hangat yang viral di media sosia, ditambah dengan netizen yang ingin usir Rohingya karena takut senasib dengan Palestina.
Pasalnya, melihat kasus Palestina yang dijajah oleh Israel karena sempat menolong mereka telah membuat netizen paranoid dengan kedatangan etnis Rohingya dalam jumlah ribuan yang ingin datang ke Indonesia.
Melihat cuplikan video yang sudah tidak kondusif di Aceh dengan hadirnya Rohingya, maka masyarakat Indonesia yang awalnya merasa empati dengan pengungsi Rohingya, namun mulai dibuat geram dengan perilaku Rohingya yang tidak pantas.
Baca Juga: Biang Kerok Penyelundup Rohingya ke Aceh, Ternyata Ini Orangnya!
Dikutip salah satu akun di X @Mooncalfdung, Jumat (8/12/2023), telah geram dengan adanya Rohingya, sehingga tidak ingin Indonesia bernasib sama seperti Palestina ataupun Malaysia karena adanya isu ingin memberi satu pulau untuk menampung pengungsi Rohingya.
“Sorry ya, Israel dulu awalnya jg minta satu tempat akhirnya ngejajah Palestine. Terus skrg Rohingya mau dikasih pulau tapi yang minta UNHCR? boro boro pak,” tulis akun tersebut.
Bukan hanya Indonesia yang sedang terancam oleh Rohingya, namun negara tetangga Malaysia juga pernah mengalami hal serupa yang menampung Rohingya justru berakhir tidak baik.
“Mohon maaf nih, saya menolak keras adanya orang-orang Rohingya disuruh tinggal disini lebih lama lagi. Nih Malaysia udh banyak yang bilang loh kalo usir aja sebelum kejadian kek di Malaysia sendiri dan ngelunjak,” tambahnya.
Melihat masalah yang terjadi, maka banyak netizen yang meminta pemerintah untuk segera mengusir atau kirim balik Rohingya ke asal negaranya.
“Tolong nih pemerintah, kirim balik mereka ke negaranya tolong,” jelas akun @Mooncalfdung.
Bukan hanya satu dua orang saja, ternyata banyak netizen yang membalas postingan tersebut karena setuju untuk segera mengusir Rohingya dan keputusan cepat dari pemerintah untuk langkah selanjutnya.
“Kok bisa-bisa nya minta 1 pulau buat orang lain waduuhhh, alamat modelan israhell ke 2 mereka. Di kasih makanan aja mereka di buang, di kasih bantuan dibuang juga ke laut. bisa-bisanya mau ngasih mereka tempat tinggal, di indo aja msih bnyak orang susah gk pnya lahan,” tulis @cornerbrown_, ikut menanggapi.
“Sumpaahh gue sangat sangat sangat menolak rohingya ada di indonesia,” tambah @aylopeu.
“Capek bgt mikirin pengungsi Rohingya yg masuk ke negara kita. Udah trust issue duluan, please jangan ganggu ketenangan rakyat Indonesia,” @maiasoffa ikut menanggapi.
Jelas saja netizen saat ini banyak yang meminta pemerintah untuk usir Rohingya, karena tak kunjung ada solusi dari bulan November hingga awal Desember para pengungsi masih diberikan tempat beristirahat dengan baik.
Sementara menurut Adriana Elizabeth, seorang peneliti ASEAN dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bahwa masalah pengungsi Rohingya sudah mengganggu keadaan di dalam negeri.
Baca Juga: Mengenal Etnis Rohingya, Penduduk Muslim Myanmar Yang Terus Mengembara Mencari Tempat Tinggal
Selain itu, karena Indonesia akan menyelenggarakan pemilu dalam waktu dekat, ada kekhawatiran bahwa hal itu akan meningkatkan beban dan memecah konsentrasi aparat keamanan.
Menurut Menkopolhukam Mahfud MD, Indonesia menerima pengungsi karena rasa kemanusiaan.
Namun berbeda dengan pendapat Adriana, metode itu membuat pemerintah daerah (pemda) kewalahan, sehingga solusi harus segera ditemukan.
Adriana Elizabeth mendukung upaya pemerintah untuk mengembalikan pengungsi Rohingya ke negara asal mereka.
"Jadi katakan saya bahwa Indonesia tidak bisa mengendalikan (masalah Rohingya) sendiri. Tegas saja bahwa Indonesia hanya bisa menampung sampai di sini, kalau sudah menganggu kita kembalikan,” jelas Adriana Elizabeth.
Juru bicara UNHCR Indonesia, Mitra Salima Suryono, berharap pemerintah Indonesia menunjukkan sikap solidaritas dan kemanusiaan dalam menangani pengungsi Rohingya.
Baca Juga: Pulau Galang Tidak Cocok untuk Pengungsi Rohingya, Pemerintah Perlu Carikan Pulau Kosong
Menurut Teuku Rezasyah, pengamat hubungan internasional dari Universitas Padjajaran, pemerintah berada dalam posisi sulit.
Di satu sisi, mereka khawatir bahwa mereka akan dianggap tidak mampu menangani pengungsi, tetapi di sisi lain mereka tidak dapat menghentikan penolakan warga Aceh.
Maka dari itu, Teuku Rezasyah menyarankan pemerintah untuk melakukan tindakan cepat dengan memilih pengungsi Rohingya yang ingin ditampung.
"Jadi tampaknya kita harus menerapkan assessment intelijen. Pengungsi yang datang diterima, tapi langsung diseleksi sehingga ketahuan ini pengungsi beneran atau kriminal atau punya masalah hukum,” kata Teuku Rezasyah.
Melihat kondisi terkini, banyak masyarakat setempat mengatakan bahwa para pengungsi Rohingya sering mengalami masalah ketika mereka tiba di daratan, seperti kabur dari penampungan dan mengeluh tentang makanan yang mereka terima.
Karena itu, masyarakat Indonesia marah dan meminta pemerintah mengusir pengungsi Rohingya segera, termasuk meminta warga Aceh untuk berhenti karena belas kasihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







