Akurat Logo

Mengenal Etnis Rohingya, Penduduk Muslim Myanmar Yang Terus Mengembara Mencari Tempat Tinggal

Fahri Hilmi | 23 November 2023, 23:30 WIB
Mengenal Etnis Rohingya, Penduduk Muslim Myanmar Yang Terus Mengembara Mencari Tempat Tinggal

AKURAT.CO, Beberapa waktu terakhir, kedatangan pengungsi Rohingya ke sejumlah daerah di Provinsi Aceh kembali menimbulkan polemik bagi warga setempat.

Kehadiran ratusan imigran melalui jalur laut tersebut nyatanya disambut dengan penolakan warga Aceh yang tidak bersedia menampung kehadiran mereka.

Penolakan ini disebut warga setempat terjadi akibat pengungsi Rohingya yang mereka tampung sebelumnya kerap berulah dan tidak berperilaku baik.

Meski begitu, bantuan berupa makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, hingga perbaikan kapal tetap diberikan kepada para pengungsi yang datang menggunakkan kapal-kapal laut dari wilayah Myanmar tersebut.

Kehadiran para pengungsi Rohingya ke daerah pesisir barat Indonesia ini nyatanya bukanlah perkara baru. Para pengungsi Rohingya sudah beberapa kali mendatangi sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga: Hukum Menguburkan Jenazah Secara Masal, Ini Hukumnya Yang Banyak Muslim Tidak Tahu

Dilansir dari laman Aljazeera, imigran Rohingya yang kerap melaut mencari tempat tinggal ini merupakan kelompok etnis dengan mayoritas muslim yang telah mendiami wilayah Myanmar selama berabad-abad.

Etnis Rohingya ini awalnya terbentuk dari sekelompok orang yang bermigrasi dari India dan Bangladesh dan menempati wilayah yang kini menjadi bagian negara Myanmar. Migrasi besar-besaran ini terjadi sekitar tahun 1824-1948 saat pemerintahan Inggris sedang berkuasa.

Selama hidup di Myanmar, etnis Rohingya kerap dikucilkan dan mendapatkan perlakuan intimidasi. Hingga pada tahun 1982, Myanmar menolak memberikan status kewarganegaraan serta tidak menghitung mereka sebagai etnis resmi bersama 135 kelompok etnis Myanmar lainnya.

Di Myanmar, etnis Rohingya menggunakkan Bahasa Rohingya atau Ruaingga untuk beraktivitas sehari-hari, serta mendiami daerah pesisir barat Myanmar, tepatnya di Rakhine (Arakan), yang berbatasan dengan Bangladesh dan menjadi wilayah termiskin di Myanmar.

Pada awalnya, muslim Rohingya telah mendiami wilayah Arakan sejak penamaanya masih menggunakkan kata Rohang atau Roshang. Sejak itulah, etnis disana dinamai dengan Rohingya yang berarti penduduk muslim Rohang.

Baca Juga: Hukum Korupsi Dalam Pandangan Islam, Lengkap Beserta Dalilnya

Etnis Rohingya yang beragama muslim ini kemudian menjadi minoritas dalam tatanan masyarakat Myanmar yang didominasi penganut Budha. Mereka juga mulai mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, mulai dari kekerasan, penganiayaan, pengusiran, hingga pembantaian.

Berdasarkan intimidasi dan penganiayaan yang didapatkan dari pemerintah dan masyarakat Myanmar inilah etnis Rohingya pada akhirnya memilih untuk pergi dengan upaya mencari tempat-tempat baru untuk ditinggali, baik melalui jalur darat maupun laut. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
Lufaefi
Editor
Lufaefi