Mengenal Etnis Rohingya, Penduduk Muslim Myanmar Yang Terus Mengembara Mencari Tempat Tinggal

AKURAT.CO, Beberapa waktu terakhir, kedatangan pengungsi Rohingya ke sejumlah daerah di Provinsi Aceh kembali menimbulkan polemik bagi warga setempat.
Kehadiran ratusan imigran melalui jalur laut tersebut nyatanya disambut dengan penolakan warga Aceh yang tidak bersedia menampung kehadiran mereka.
Penolakan ini disebut warga setempat terjadi akibat pengungsi Rohingya yang mereka tampung sebelumnya kerap berulah dan tidak berperilaku baik.
Meski begitu, bantuan berupa makanan, minuman, pakaian, obat-obatan, hingga perbaikan kapal tetap diberikan kepada para pengungsi yang datang menggunakkan kapal-kapal laut dari wilayah Myanmar tersebut.
Kehadiran para pengungsi Rohingya ke daerah pesisir barat Indonesia ini nyatanya bukanlah perkara baru. Para pengungsi Rohingya sudah beberapa kali mendatangi sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Indonesia dan Malaysia.
Baca Juga: Hukum Menguburkan Jenazah Secara Masal, Ini Hukumnya Yang Banyak Muslim Tidak Tahu
Dilansir dari laman Aljazeera, imigran Rohingya yang kerap melaut mencari tempat tinggal ini merupakan kelompok etnis dengan mayoritas muslim yang telah mendiami wilayah Myanmar selama berabad-abad.
Etnis Rohingya ini awalnya terbentuk dari sekelompok orang yang bermigrasi dari India dan Bangladesh dan menempati wilayah yang kini menjadi bagian negara Myanmar. Migrasi besar-besaran ini terjadi sekitar tahun 1824-1948 saat pemerintahan Inggris sedang berkuasa.
Selama hidup di Myanmar, etnis Rohingya kerap dikucilkan dan mendapatkan perlakuan intimidasi. Hingga pada tahun 1982, Myanmar menolak memberikan status kewarganegaraan serta tidak menghitung mereka sebagai etnis resmi bersama 135 kelompok etnis Myanmar lainnya.
Di Myanmar, etnis Rohingya menggunakkan Bahasa Rohingya atau Ruaingga untuk beraktivitas sehari-hari, serta mendiami daerah pesisir barat Myanmar, tepatnya di Rakhine (Arakan), yang berbatasan dengan Bangladesh dan menjadi wilayah termiskin di Myanmar.
Pada awalnya, muslim Rohingya telah mendiami wilayah Arakan sejak penamaanya masih menggunakkan kata Rohang atau Roshang. Sejak itulah, etnis disana dinamai dengan Rohingya yang berarti penduduk muslim Rohang.
Baca Juga: Hukum Korupsi Dalam Pandangan Islam, Lengkap Beserta Dalilnya
Etnis Rohingya yang beragama muslim ini kemudian menjadi minoritas dalam tatanan masyarakat Myanmar yang didominasi penganut Budha. Mereka juga mulai mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, mulai dari kekerasan, penganiayaan, pengusiran, hingga pembantaian.
Berdasarkan intimidasi dan penganiayaan yang didapatkan dari pemerintah dan masyarakat Myanmar inilah etnis Rohingya pada akhirnya memilih untuk pergi dengan upaya mencari tempat-tempat baru untuk ditinggali, baik melalui jalur darat maupun laut. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 3Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 4Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 5Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 6FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 9Dana Reses dari Fee Percepatan Haji, BAP Gus Alex Ungkap Permintaan Pimpinan Komisi VIII
- 10PAN Potong Gaji Anggota Dewan, Rp8 Miliar Terkumpul untuk Bantu Korban Bencana








