Sejarah Letusan Gunung Marapi di Sumbar, Baru Saja Terjadi Erupsi Kolom Abu Setinggi 3000 Meter

AKURAT.CO Baru-baru ini, Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) dikabarkan kembali erupsi yang mengakibatkan hujan abu vulkanik
Tanda meletusnya Gunung Marapi yang berketinggian 2.891 mdpl, menghasilkan muntahan kolom abu yang mengandung material vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah, bersama dengan suara gemuruh.
Gunung Marapi memang dikenal sebagai gunung berapi yang aktif, sehingga masyarakat yang ingin mendaki wilayah tersebut harus selalu waspada karena rawan terdampak erupsi.
Dikutip situs resmi BNPB, Selasa (5/12/2023), berikut ini sejarah Gunung Marapi di Sumbar yang baru saja meletus dan menyebabkan sejumlah korban jiwa.
Baca Juga: Bantuan Pengungsi Letusan Gunung Marapi Disalurkan dari Lumbung Sosial
Sejarah Letusan Gunung Marapi
Gunung Marapi juga disebut Gunung Merapi atau Gunung Berapi. Masyarakat Minangkabau yang pertama kali menemukan Gunung Marapi di Sumatera Barat.
Dalam sejarah, memang Gunung Marapi sudah meletus berulang kali. Letusan pertamanya terjadi pada 1822, dengan mengeluarkan lava.
Namun, sebelum kejadian tersebut, ditahun 1807 ternyata Gunung Marapi telah aktif mengeluarkan kepulan asap vulkanik.
Gunung Marapi adalah salah satu gunung api teraktif di Pulau Sumatera. Catatan peristiwa menyatakan bahwa gunung api ini erupsi kembali pada tanggal 8 September 1830.
Dari erupsi tersebut mengeluarkan awan berbentuk kembang kol abu-abu kehitaman dengan ketebalan 1.500 m di atas kawahnya dan mengeluarkan suara gemuruh.
Baca Juga: Erupsi Gunung Marapi di Sumatra Barat, 11 Pendaki yang Terjebak Dinyatakan Meninggal Dunia
Kemudian pada tanggal 30 April 1979, Gunung Marapi kembali meletus dengan dahsyat sehingga terdapat korban jiwa.
Laporan pers menyatakan bahwa 60 orang meninggal akibat letusan Gunung Marapi dan 19 orang penyelamat terperangkap oleh tanah longsor.
Berikutnya, dari akhir tahun 2011 hingga awal tahun 2014, Gunung Marapi mengalami aktivitas yang meningkat dengan sejumlah letusan yang mengeluarkan abu dan awan hitam.
Bahkan di akhir tahun 2011, abu sempat terbawa angin hingga mencapai Kabupaten Padang Pariaman sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Pada 26 Februari 2014, Gunung Marapi meletus lagi pukul 16.15 WIB, melepaskan beberapa abu ke daerah Tanah Datar dan Kabupaten Agam.
Kemudian di awal tahun, 7 Januari 2023, Gunung Marapi sudah erupsi pada pukul 06.11 WIB.
Meskipun telah disarankan kepada masyarakat, wisatawan, dan pendaki agar tidak mencapai puncak, namun masih ada saja pendaki yang berkemah ketika gunung sedang erupsi.
Setelah beberapa bulan, Gunung Marapi yang terletak di wilayah administrasi Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, meletus kembali pada Minggu (3/12/2023) sekitar pukul 14.54 WIB.
Muntahan kolom abu yang mengandung material vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah dan suara gemuruh mengiringi letusan.
Dari letusan tersebut juga ada banyak pendaki yang berujung jadi korban jiwa sehingga membuat masyarakat berduka dengan kabar meletusnya Gunung Marapi.
Itulah sejumlah informasi mengenai sejarah meletusnya Gunung Marapi dari awal hingga yang terbaru di tahun 2023 ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









