7 Fakta Menarik Gunung Salak, Terdapat Banyak Cerita Mistis yang Mengerikan dan Dipercaya Warga Sekitar

AKURAT.CO Gunung Salak merupakan gunung berapi yang aktif sejak dahulu, namun terakhir kali erupsi di tahun 1938 silam.
Saat ini, Gunung Salak dikenal sebagai gunung misterius yang memiliki banyak cerita mistis berdasarkan kepercayaan warga dengan adanya kerajaan gaib yang angker hingga larangan-larangannya.
Gunung Salak berada di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, dan merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Gunung Gede Pangrango.
Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Salak, Terakhir Kali Erupsi Ternyata Sudah Lama Tahun 1938
Mengutip berbagai sumber, Kamis (14/12/2023), berikut ini fakta menarik tentang Gunung Salak yang perlu kamu ketahui sebelum datang berkunjung.
Fakta Menarik Gunung Salak
1. Memiliki banyak cerita mistis
Gunung Salak sering disebut sebagai salah satu gunung paling angker di Indonesia. Banyak cerita pendaki yang hilang dan mati saat perjalanan menuju puncak.
Pendaki sering mengalami peristiwa aneh saat mendaki Gunung Salak. Menurut salah satu legenda, di Puncak Manik Gunung Salak terdapat pusat kerajaan gaib.
Selain itu, penduduk di lereng Gunung Salak juga mempercayai adanya makhluk gaib yang merupakan representasi dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, raja yang dihormati sepanjang masa.
2. Gunung berapi yang masih aktif
Gunung Salak terdiri dari beberapa kawah yang masih aktif, seperti Kawah Hirup, Kawah Cikuluwung Putri, dan Kawah Ratu.
Beberapa letusan telah tercatat sejak tahun 1600-an. Namun letusan freatik di kawah Cikuluwung Putri adalah letusan terakhir yang terjadi di tahun 1938.
3. Memiliki banyak jalur pendakian
Gunung Salak mencapai ketinggian 2.211 mdpl, tetapi untuk mencapai puncaknya tidak mudah karena medan dan floranya cukup sulit.
Baca Juga: Gunung Salak dan Mitos Angker serta Pantangan yang Meliputinya
Namun, terdapat banyak rute untuk mendaki, yaitu enam rute yang biasanya dapat ditempuh melalui Bogor dan Sukabumi dan tiga di antaranya merupakan rute resmi.
4. Kawasan Konservasi Hutan Hujan Tropis Pegunungan Terluas
Gunung Salak memiliki luas sekitar 113.357 hektar. Gunung Salak adalah kawasan konservasi hutan hujan tropis pegunungan terluas di Pulau Jawa.
Hutan koridor yang menghubungkan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) berjarak 11 kilometer dari barat ke timur dan terletak di wilayah administratif Kabupaten Bogor dan Sukabumi.
5. Terdapat harta karun tersembunyi peninggalan Belanda
Di kaki Gunung Salak, peneliti menemukan beberapa terowongan tambang yang tidak digunakan. Hal ini menghidupkan kembali dalam legenda tentang kekayaan tersembunyi.
Saudagar dan pasukan Belanda menguburkan hartanya di Gunung Salak agar tidak diambil saat pasukan Jepang datang. Mereka membuat penunjuk arah untuk menemukannya ketika mereka kembali ke Indonesia.
Warga sekitar sempat terkejut dengan berita harta karun yang tertimbun di Gunung Salak karena Belanda tidak pernah datang lagi, namun harta karun tersebut tidak pernah ditemukan hingga saat ini meskipun sudah dicari.
6. Tidak untuk penerbangan pesawat
Gunung Salak ini memiliki hutan yang cukup lebat sehingga sulit untuk dikenali konturnya. Karena jalur di atas Gunung Salak berbahaya, membuat pesawat sulit menghindarinya.
Baca Juga: BMKG Duga Dentuman Misterius di Jaksel dan Jaktim Bersumber dari Gunung Salak
Penerbangan di tempat ini dapat berbahaya karena banyaknya hutan di sana dan kabut tebal sering terjadi.
7. Terdapat pantang bagi pendaki Gunung Salak
Saat berada di Gunung Salak, baik pendaki maupun pengunjung dilarang memetik bunga anggrek secara sembarangan.
Menurut pantangannya, mendaki Gunung Salak juga tidak boleh menyebut buah salak, karena nama buah salak bertentangan dengan nama Gunung Salak yang sebenarnya.
Gunung Salak disebut sebagai "Gunung Perak" karena namanya berasal dari bahasa Sansekerta "salaka", yang berarti perak.
Itulah sejumlah fakta menarik mengenai Gunung Salak yang ternyata cukup menarik sehingga tak heran banyak ingin mendaki hingga puncaknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






