Pengertian, Penyebab Dan Gejala Eksim, Penyakit Kulit Yang Diidap Anak Kedua Atta Halilintar

AKURAT.CO- Azzura Humaira Nur Atta, putri kedua dari pasangan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah mengidap penyakit eksim.
Penyakit kulit tersebut diduga keturunan dari Atta Halilintar, sehingga kulit anak keduanya tersebut dibilang cukup sensitif.
Lantas, apa gejala dan penyebab penyakit eksim? simak penjelasan berikut.
Pengertian penyakit eksim
Eksim adalah istilah umum yang merujuk pada sekelompok kondisi peradangan kulit yang menyebabkan gatal, kemerahan, dan pembengkakan.
Ada beberapa jenis eksim, termasuk dermatitis atopik (eksim atopik), dermatitis kontak, eksim numular dan sebagainya. Eksim dapat bersifat kronis dan mengakibatkan gejala yang fluktuatif.
Penyebab eksim
-
Faktor genetik: Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami eksim jika ada riwayat keluarga dengan kondisi ini. Faktor genetik dapat memainkan peran penting dalam perkembangan eksim.
-
Reaksi hipersensitif: Eksim dapat dipicu oleh reaksi hipersensitif terhadap zat tertentu, seperti alergen atau iritan. Bahan kimia dalam sabun, deterjen, atau kosmetik tertentu dapat menjadi pemicu eksim.
-
Kondisi lingkungan: Cuaca ekstrem, kelembapan rendah, atau paparan panas dapat memperburuk eksim. Suhu ekstrem dan kondisi lingkungan tertentu dapat memicu reaksi kulit.
-
Gangguan sistem kekebalan tubuh: Kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik, seperti dermatitis atopik, dapat meningkatkan risiko eksim.
-
Infeksi kulit: Infeksi bakteri, jamur, atau virus pada kulit dapat menjadi pemicu atau memperburuk eksim.
Baca Juga: Tanggal Cantik! Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Dikaruniai Anak Kedua
Gejala eksim
-
Gatal: Gatal adalah gejala utama eksim. Kulit yang terkena eksim sering kali terasa sangat gatal, dan menggaruk dapat menyebabkan peradangan lebih lanjut.
-
Kemerahan: Kulit yang terkena eksim cenderung menjadi kemerahan atau meradang. Warna merah ini dapat bervariasi tergantung pada jenis eksim dan tingkat keparahannya.
-
Pembengkakan: Daerah yang terkena eksim dapat mengalami pembengkakan, terutama jika peradangan menjadi parah.
-
Kulit kering dan bersisik: Kulit yang terkena eksim cenderung kering dan bersisik. Ini dapat meningkatkan ketidaknyamanan dan mengakibatkan kerapuhan pada kulit.
-
Luka terbuka atau kerak: Pada kasus eksim yang parah, kulit dapat mengalami pecah-pecah, membentuk luka terbuka atau kerak. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








