Fakta Terbaru Kasus Tewasnya Dini Sera Afrianti Membuat Keluarga Korban Diberi Uang, Untuk Santunan?

AKURAT.CO Baru-baru ini, terungkap fakta terkini dari kasus tewasnya Dini Sera Afrianti diketahui bahwa keluar korban didatangi oleh orang asing dengan tujuan memberi sejumlah uang.
Menurut Dimas Yemahura Alfarau dari Lembaga Bantuan Hukum Damar Indonesia (LBH), keluarga Dini Sera Afrianti ditawarkan uang untuk mencabut laporan ke Polrestabes Surabaya, sehingga mereka dapat berdamai.
Dimas membuat video klarifikasi, bahwa tim kuasa hukum dan keluarga Dini Sera Afrianti menolak menerima uang yang dimaksudkan untuk berdamai hingga mencabut laporan ke Polrestabes Surabaya.
"Dalam video ini saya sampaikan bahwa keluarga menolak segala bentuk pemberian apa pun yang sifatnya mengintervensi proses hukum yang berjalan," ujar Dimas Yemahura Alfarauq, kuasa hukum keluarga Dini Sera Afrianti.
Baca Juga: Polisi Yang Sebut Dini Sera Afrianti Tewas Gegara Asam Lambung Bakal Dilaporkan Ke Propam
Dalam video tersebut, Dimas menceritakan bahwa seorang pria bernama Fauzi sempat mendatangi keluarga korban sebagai perantara.
Menurut Dimas, saat bertemu dengan keluarga korban, perantara itu mengaku teman dari ayah tersangka bernama Fauzi.
Fauzi berniat memberikan dana untuk meringankan hukuman Gregorius Ronald Tannur, pelaku penganiayaan korban Dini Sera Afrianti.
Dimas menegaskan bahwa keluarga menolak seluruh dana yang ditawarkan, khususnya yang berdalih santunan. Jika ingin memberi santunan, tidak dihubungkan dengan kasus maupun adanya ajakan berdamai.
"Kami sampaikan bahwa keluarga menolak segala bentuk pemberian apapun santunan uang yang sifatnya adalah untuk mengintervensi jalannya proses hukum, jika ingin memberikan santunan berikanlah tanpa adanya embel-embel perdamaian atau pencabutan perkara," tegas Dimas.
Baca Juga: Miris! Anak Dini Sera Afrianti, Korban Tewas Dianiaya Anak Anggota DPR, Tak Bertemu Sejak Bayi
Dimas menambahkan bahwa mereka harus memiliki nilai-nilai kemanusiaan yang beradab dan tidak melakukan sesuatu di luar proses hukum, sebagai orang yang bermoral dan pejabat publik.
"Menyuruh orang untuk datang ke sini meminta rekening keluarga korban dengan alasan jangan sampai tahu kuasa hukum, itu sangat mencederai proses hukum yang sedang berjalan," jelas Dimas.
Itulah penjelasan dari video klarifikasi keluarga korban Dini Sera Afrianti yang menegaskan tidak ada perdamaian dengan uang, dan ingin tersangka untuk dihukum seadil-adilnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









