Hoaks Pidato Prabowo Soal MBG, Cekfakta Pastikan Kata “Hanya” Tak Pernah Diucapkan

AKURAT.CO Sebuah unggahan viral dari akun @pandemictalks serta sejumlah portal seperti Factual.id dan Inilah.com memicu kontroversi. Judul berita mereka menambahkan kata “hanya” dalam kutipan Presiden RI Prabowo Subianto soal insiden Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga menimbulkan kesan seolah presiden menyepelekan kasus keracunan pangan.
Namun, lembaga pemeriksa fakta cekfakta.ri menegaskan klaim tersebut tidak benar dan masuk kategori Disinformasi, Fitnah, Kebencian (DFK). “Beredar pemberitaan yang menyesatkan dengan menambahkan kata ‘hanya’ pada pernyataan Presiden Prabowo, sehingga seolah-olah beliau menyepelekan insiden pangan. Padahal, kata itu tidak pernah diucapkan Presiden," demikian unggahan resmi cekfakta.ri.
Faktanya, dalam pidato di Musyawarah Nasional ke-6 PKS, Presiden justru menegaskan ketidakpuasan terhadap adanya insiden pangan dan menyampaikan bahwa seluruh program, termasuk MBG, wajib mencapai standar zero accident.
Sekembalinya dari kunjungan luar negeri, Prabowo juga langsung memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) serta jajaran Kabinet Merah Putih untuk evaluasi dan langkah korektif.
Warganet Geram ke Penyebar Hoaks
Respons publik di media sosial ramai mengecam akun penyebar kabar bohong, terutama @pandemictalks.
kunthi.nirmala: “Bisa gak sih akun2 yg sering DFK itu cling ilang.”
queenlareine: “Pandemictalks ngegoreng muluuu"
naznandham: “Banyak banget min akun2 DFK… buat deh undang2 untuk akun pemberitaan di media sosial. TV aja ada hukuman kalau salah, masa akun medsos seenaknya beredar.”
lennypauline: “Kalau ini dibiarkan terus ga akan ada selesainya. TINDAK TEGAS PENYEBAR HOAX. Berapa persen rakyat rajin buka cek fakta?? Banyak yg cuma baca judul, langsung ngegas.”
jamaal_alll: “Sekali2 kasih efek jera buat akun2 yg share DFK.”
Komentar lain menuntut sanksi tegas karena penyebar hoaks dianggap merusak ruang publik. Cekfakta.ri menutup klarifikasinya dengan ajakan agar masyarakat tetap kritis.
“Jangan biarkan kebohongan meracuni ruang publik. Berdirilah di atas fakta dan kebenaran, jadilah masyarakat yang kritis, cerdas, dan berani membela bangsa demi persatuan Indonesia.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






