418 UMKM Aceh dan Sumut Masuk Program Pembiayaan Pascabencana

AKURAT.CO Pemulihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah bencana di Sumatera tidak hanya bergantung pada kemampuan pelaku usaha untuk kembali berproduksi.
Akses pasar, kelancaran rantai pasok, dan pembiayaan juga menjadi persoalan yang perlu ditangani agar kegiatan usaha dapat berlanjut.
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat bencana yang melanda sejumlah wilayah Sumatera pada akhir 2025 telah mengganggu keberlangsungan usaha masyarakat.
Dampaknya mencakup kerusakan sarana produksi, kehilangan aset produktif, terganggunya rantai pasok, hingga terbatasnya akses pasar dan pembiayaan.
Baca Juga: Kredit UMKM BCA Tumbuh 15,4 Persen, Bunga Mulai 5,81 Persen Jadi Daya Tarik
Untuk menangani persoalan tersebut, pemerintah menjalankan program pemulihan bagi 1.079 wirausaha terdampak di Aceh dan Sumatera Utara. Dimana program tersebut nantinya akan membagi pendampingan ke dalam tiga bidang, yakni peningkatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan pembiayaan.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik mengatakan ketiga bidang tersebut perlu ditangani secara terpadu agar wirausaha tidak hanya kembali memproduksi barang, tetapi juga mampu menjual produk dan memperoleh modal untuk mengembangkan usahanya.
“Ketiga intervensi ini saling berkaitan. Kami ingin memastikan wirausaha tidak hanya mampu kembali berproduksi, tetapi juga memiliki produk yang berdaya saing, menjangkau pasar yang lebih luas, dan memperoleh akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya,” ujar Riza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Dari keseluruhan peserta, sebanyak 418 wirausaha mengikuti program kemudahan pembiayaan. Jumlah tersebut terdiri atas 238 peserta di Sumatera Utara dan 180 peserta di Aceh.
Sementara itu, 303 wirausaha mengikuti pendampingan perluasan akses pasar, dengan rincian 169 peserta di Sumatera Utara dan 134 peserta di Aceh. Adapun 358 peserta mengikuti peningkatan kapasitas produksi, terdiri atas 200 orang di Sumatera Utara dan 158 orang di Aceh.
Dalam program pembiayaan, peserta mendapatkan materi mengenai literasi keuangan, kesiapan administrasi, pengelolaan arus kas, dan cara mengakses pembiayaan dari lembaga jasa keuangan.
Baca Juga: Omzet UMKM di Jaringan SRC Tembus Rp12,9 Triliun pada 2026
Kementerian UMKM melibatkan sejumlah lembaga keuangan, antara lain Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Aceh, Bank Sumut, dan Bank Mandiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









