Kredit UMKM Baru 17,8 Persen, Pemerintah Siap Kejar Target Capai 25 Persen

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan akses pembiayaan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih jauh dari target yang ditetapkan, meski nilai kredit yang telah digelontorkan lembaga pembiayaan sudah menembus Rp1400 triliun.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan saat ini proporsi kredit UMKM terhadap total pembiayaan perbankan baru berada di kisaran 17,8%.
“Secara faktual, posisi hari ini meski kredit yang digelontorkan ke UMKM sudah lebih dari Rp1.400 triliun, tapi ini belum sampai pada target kredit UMKM yang ingin kita capai, yakni 25 persen dari total pembiayaan perbankan,” ujar Riza dalam paparannya dalam acara Webinar Penguatan Ekosistem Penjaminan Kredit UMKM untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Akurat.co bersama OJK, BTN dan Jamkrindo, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Jamkrindo Perluas Akses Kredit, 5,65 Juta UMKM Terbantu
Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir rasio kredit UMKM cenderung stagnan di level 19–20% , sehingga pemerintah kini fokus mendorong percepatan agar porsi tersebut bisa naik ke 25%.
Riza menegaskan, penguatan akses pembiayaan tidak hanya menyasar sisi kuantitas, tetapi juga kualitas penyaluran kredit, terutama untuk sektor produksi.
Sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan disebut masih memiliki potensi pembiayaan yang sangat besar, namun sering dianggap berisiko tinggi oleh lembaga pembiayaan.
“Pertama secara kuantitas meningkatkan rasio kredit perbankan kepada sektor UMKM, dan yang kedua secara kualitas mendorong perluasan akses pembiayaan ke sektor produksi,” kata dia.
Pemerintah juga menyoroti peran lembaga penjaminan seperti Jamkrindo, Askrindo, dan Jamkrida daerah dalam memperkuat ekosistem pembiayaan UMKM.
Berdasarkan roadmap pengembangan industri penjaminan 2024–2028, target portofolio penjaminan untuk UMKM dipatok mencapai 90 persen, namun berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan pada 2024, angka tersebut disebut belum tercapai.
Baca Juga: Jamkrindo: Akses Pembiayaan Masih Jadi Masalah Klasik UMKM
Pemerintah pun mendorong transformasi dari pendekatan parsial menuju pendekatan ekosistem usaha, termasuk legalisasi usaha, sertifikasi, digitalisasi, pelatihan, dan integrasi UMKM ke rantai pasok nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







