Lonjakan Impor Thrifting, Mendag dan Menteri UMKM Siapkan Solusi Baru

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyatakan siap bertemu dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman untuk membahas penyelesaian nasib para pedagang pakaian bekas impor atau thrifting. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung pekan depan.
“Masalah di pedagang thrifting nanti kita bicarakan bersama. Saya akan bertemu dengan Pak Maman minggu depan,” kata Budi Santoso dalam konferensi pers di Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/11/2025).
Budi menuturkan, pertemuan itu menjadi langkah awal untuk merumuskan solusi bagi para pelaku usaha yang selama ini menggantungkan pendapatan dari penjualan pakaian bekas impor.
Baca Juga: 500 Balpres Ilegal Dibakar! Segini Nilai Fantastis Sitaan Pakaian Bekas oleh Kemendag
“Kita akan membicarakan bagaimana penyelesaiannya untuk pedagang-pedagang yang selama ini menjual pakaian bekas impor,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa impor pakaian bekas mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Volume impor yang semula hanya 7 ton pada 2021, melonjak menjadi 3.600 ton pada 2024.
Per Agustus 2025, Maman mencatat nilai impor pakaian bekas masih berada di kisaran 1.800 ton. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan tekanan serius terhadap pasar domestik, terutama bagi pelaku UMKM di sektor fesyen.
“Lonjakan ini jelas mengusik pasar dalam negeri,” kata Maman.
Maman menilai penghentian impor pakaian bekas harus dilakukan secara menyeluruh dan terstruktur. Ia menekankan pentingnya penindakan sejak di hulu, yakni melalui penghentian masuknya pakaian bekas impor di titik-titik bea cukai.
Baca Juga: Kemendag Tegaskan Ritel Modern Kunci Perkuat UMKM dan Rantai Pasok
“Hulunya harus ditutup dulu. Seberapa besar pun pendampingan untuk UMKM, kalau alur hulunya masih terbuka, tidak mungkin bisa dihentikan,” tegasnya.
Dari lain sisi, pemerintah menyiapkan pendampingan bagi UMKM untuk beralih ke produk lain sehingga tidak lagi bergantung pada barang thrifting.
Upaya ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta perlindungan terhadap pelaku UMKM, termasuk pedagang thrifting, agar tidak kehilangan sumber pendapatan saat pengetatan regulasi dilakukan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap proses penertiban tidak hanya menutup sumber impor ilegal, tetapi juga memberikan alternatif usaha yang layak bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








