Akurat

Dari Aula Kecil di Teluknaga, Tumbuh Harapan Besar bagi UMKM

Arief Rachman | 23 Oktober 2025, 14:57 WIB
Dari Aula Kecil di Teluknaga, Tumbuh Harapan Besar bagi UMKM

AKURAT.CO Suara langkah kaki bercampur gemerisik kertas memenuhi Aula Kantor Kecamatan Lama Teluknaga pagi itu. Di antara deretan kursi plastik, duduk puluhan pelaku usaha kecil dengan wajah penuh perhatian.

Mereka datang membawa harapan sederhana: ingin usahanya berkembang, ingin tahu cara menembus pasar yang lebih luas, ingin belajar agar tak tertinggal.

Di ruang itu, PIK2 dan BNI bersinergi membangun sesuatu yang lebih dari sekadar pelatihan.

Mereka membangun keyakinan, bahwa kemajuan ekonomi tidak hanya lahir dari modal besar atau proyek megah, melainkan dari tangan-tangan kecil yang sabar bekerja dan mau belajar.

“Sebagai perbankan, apalagi BUMN, kami punya tanggung jawab moral untuk ikut mengembangkan UMKM, terutama di wilayah sekitar kami,” ujar Aliyah Mustika, Business Team Leader BNI KC PIK, Kamis (23/10/2025).

Nada suaranya tegas, tapi hangat. Ia bicara bukan hanya tentang program, tapi tentang komitmen, bahwa bank tidak sekadar lembaga keuangan, melainkan mitra pertumbuhan masyarakat.

“Kami ingin fasilitas perbankan kami benar-benar memberi dorongan nyata agar bisnis mereka meningkat pesat,” lanjutnya.

Baca Juga: Mendikdasmen Sisipkan Modul Penanaman Karakter Hidup bersih dan Sehat di Program MBG

Dari sudut ruangan, Satya, pelaku UMKM kripik sukun dari Kampung Besar Teluknaga, mencatat setiap penjelasan. Usahanya masih kecil, tapi semangatnya besar.

“Pelatihan ini luar biasa. Banyak hal yang dulu saya tidak tahu, sekarang jadi paham. Saya jadi tahu cara mengembangkan usaha dan mengakses pinjaman,” katanya.

Matanya berbinar ketika menyebut satu kalimat yang pelan tapi pasti yakni “Dari yang biasa akan jadi luar biasa.”

Di luar ruangan, angin Teluknaga berembus pelan, membawa aroma laut dan harapan baru. Program kecil ini mungkin tidak ramai diberitakan, tapi bagi para peserta, inilah titik balik.

CSR PIK2 dan BNI sedang menanam sesuatu yang lebih berharga dari angka, mereka menanam kepercayaan diri, keberanian, dan peluang.

Pembangunan, pada akhirnya, bukan soal beton atau jalan.

Ia tentang manusia yang tumbuh di dalamnya. Dari aula kecil di Teluknaga, harapan besar itu mulai bertunas.

Baca Juga: Ammar Zoni Minta Sidang Tatap Muka, Kondisinya Baik di Lapas Nusakambangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.