ASEAN Foundation Latih 100 Ribu Pelaku UMKM Kuasai AI Lewat Program AIM ASEAN

AKURAT.CO Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kian menjadi tulang punggung ekonomi Asia Tenggara.
Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital, terutama kecerdasan buatan (AI), sektor ini kini memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing di pasar global.
Menjawab kebutuhan tersebut, ASEAN Foundation meluncurkan program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN)—inisiatif regional yang menargetkan pelatihan AI bagi 100.000 pelaku UMKM di seluruh Asia Tenggara.
Program ini menggandeng sembilan organisasi dari negara anggota ASEAN, dengan dukungan dari Asian Venture Philanthropy Network (AVPN), Google.org, dan Asian Development Bank (ADB).
“Pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata UMKM, dengan fokus pada penerapan AI dalam efisiensi operasional, penjualan daring, hingga pengelolaan keuangan,” ujar Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, AIM ASEAN disusun dengan pendekatan praktis dan menyesuaikan konteks lokal tiap negara agar peserta dapat langsung mengaplikasikan teknologi AI dalam bisnis mereka.
Selain pelatihan, program ini juga menggelar forum nasional dan regional yang mempertemukan pembuat kebijakan dan pakar untuk memperkuat ekosistem UMKM berbasis AI.
Baca Juga: Perkuat Energi dan Pariwisata, Pertamina Resmikan Fuel Terminal Labuan Bajo
“Upaya ini bukan sekadar meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan kesejahteraan jangka panjang dan mendukung ASEAN Vision 2045, menuju ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berorientasi masa depan,” tambah Srisangnam.
CEO AVPN, Naina Subberwal Batra, menegaskan bahwa transformasi tenaga kerja di era AI membutuhkan kolaborasi multisektor.
Melalui AI Opportunity Fund, AVPN bekerja dengan mitra lokal agar pelatihan tetap relevan, inklusif, dan mudah diakses oleh berbagai lapisan pekerja.
“Setiap pelaku usaha, termasuk dari sektor UMKM, harus memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati manfaat dari pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ini,” katanya.
Program AIM ASEAN akan berlangsung selama dua tahun sebagai bagian dari AI Opportunity Fund: Asia-Pacific Phase 2, dengan dukungan resmi dari ASEAN Coordinating Committee on MSMEs (ACCMSME).
Selain memperkuat keterampilan digital pelaku usaha, AIM ASEAN diharapkan menjadi katalisator menuju ekonomi ASEAN yang lebih terhubung dan inklusif, sejalan dengan visi ASEAN 2045.
Baca Juga: “Undang-Undang Iryna” Disahkan di Carolina Utara Setelah Kasus Pembunuhan Sadis Pengungsi Ukraina
Organisasi mitra AIM ASEAN:
-
Brunei Darussalam: Big BWN Project
-
Thailand, Vietnam, Kamboja: Kenan Foundation Asia
-
Indonesia: KUMPUL Impact & Kaizen Collaborative Impact
-
Laos: XM Technovator (XMT)
-
Malaysia: Universiti Teknologi PETRONAS – ASEAN Student Association (UTP-ASA)
-
Myanmar: SMEHub Asia
-
Filipina: Limitless Lab
-
Singapura: Project Asia Data
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









