FESYar Jawa 2025 Bukukan Transaksi Rp6,8 Miliar
Hefriday | 15 September 2025, 13:36 WIB

AKURAT.CO Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2025 berhasil mencatatkan penjualan produk UMKM hingga Rp6,8 miliar selama penyelenggaraan yang berlangsung pada 12–14 September 2025 di Surabaya, Jawa Timur.
Selain itu, komitmen pembiayaan melalui kegiatan business matching mencapai Rp29,66 miliar, sementara komitmen perdagangan mencapai Rp25,66 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur, Ibrahim, menyebut capaian tersebut menunjukkan antusiasme tinggi pelaku usaha maupun masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
“Konsistensi dan inovasi melalui sinergi pentahelix akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media menjadi kunci dalam memperkuat perkembangan ekonomi syariah di Jawa,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (15/9/2025).
FESyar Jawa 2025 melibatkan 203 UMKM syariah yang berpartisipasi, baik secara langsung maupun melalui platform daring.
Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, dan mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Regional.”
Mengacu pada data BI, total pengunjung langsung yang menghadiri rangkaian acara, mulai dari seminar, talkshow, showcase UMKM, business matching, Kajian Senja, lomba, hingga sesi coaching mencapai 49.320 orang.
Sementara itu, jumlah pengunjung daring melalui website resmi tercatat sebanyak 207.076 orang.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa penyelenggaraan FESyar bukan hanya sekadar pameran, melainkan momentum memperkuat ekosistem halal di Jawa Timur.
“Sinergi dan komitmen perlu terus diperkuat untuk mewujudkan rantai ekosistem halal, khususnya di wilayah Jawa Timur,” kata Khofifah.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah perluasan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat). Menurut Khofifah, kawasan potensial seperti lingkungan kampus perlu didorong menjadi pusat pengembangan kuliner halal.
Selain itu, jumlah Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) bersertifikasi halal juga harus ditingkatkan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Khofifah menilai perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai penyelia halal. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha juga mutlak dibutuhkan agar masyarakat mendapat jaminan ketersediaan bahan pangan yang halal, aman, dan sehat.
FESyar Jawa 2025 sendiri merupakan rangkaian ketiga menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 yang akan berlangsung di Jakarta pada 8–12 Oktober mendatang. Sebelumnya, rangkaian FESyar telah digelar di Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia.
Bank Indonesia menilai, kehadiran FESyar di tiga kawasan strategis ini mampu menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi syariah.
Selain membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru, penyelenggaraan ini juga diyakini dapat menciptakan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan yang memberi keberkahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









