Akurat

Sertifikasi Halal Buka Peluang Karier Baru bagi Mahasiswa

Andi Syafriadi | 7 September 2025, 13:15 WIB
Sertifikasi Halal Buka Peluang Karier Baru bagi Mahasiswa

AKURAT.CO Sertifikasi halal kini tidak hanya menjadi kewajiban bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka peluang karier baru bagi mahasiswa. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melihat prospek lapangan kerja di bidang halal masih sangat terbuka seiring tumbuhnya pasar halal global.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, mengatakan pembinaan jaminan produk halal (JPH) kepada masyarakat dan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) perlu dibarengi dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai. Dalam hal ini, perguruan tinggi berperan strategis.

“Perguruan tinggi dapat menyiapkan penyelia halal, auditor halal, pendamping proses produk halal (P3H), hingga juru sembelih halal. Bahkan, melahirkan halal expert yang akan memperkuat ekosistem halal di Indonesia,” ujar Haikal melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (7/9/2025).

Baca Juga: BPJPH: Perguruan Tinggi Jadi Motor Penguatan Ekosistem Halal Nasional

BPJPH bersama perguruan tinggi juga menggencarkan edukasi halal lewat program 'Halal Goes to Campus'. Di Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, ratusan mahasiswa mengikuti sosialisasi regulasi JPH dan kebijakan sertifikasi halal.

Program tersebut, menurut Dewan Pakar LPH Universitas Brawijaya, Sucipto, merupakan pintu masuk bagi mahasiswa untuk memahami peluang karier baru.

“Profesi di bidang halal adalah pekerjaan bergengsi dengan kebutuhan yang masih sangat tinggi. Mahasiswa punya kesempatan besar setelah lulus,” ujarnya.

Data BPJPH menunjukkan, kebutuhan tenaga di sektor halal masih jauh dari mencukupi. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Haikal menilai, Indonesia harus menyiapkan SDM halal dalam jumlah besar untuk mengimbangi perkembangan pasar.

Baca Juga: BPJPH Dorong Kawasan Industri Halal Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Potensi pasar halal global yang terus berkembang menegaskan pentingnya langkah tersebut. Menurut Haikal, pertumbuhan industri halal dunia dengan nilai ekonomi besar akan membawa dampak positif bagi Indonesia, asalkan tenaga profesional di bidang halal tersedia dan kompeten.

Dengan pembinaan yang digencarkan, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku yang aktif berkontribusi dalam penyelenggaraan JPH. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

Pada akhirnya, sertifikasi halal bukan hanya tentang standar produk, melainkan juga tentang membangun ekosistem yang menghadirkan peluang kerja baru. Bagi mahasiswa, jalan menuju profesi halal kini terbuka lebar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.