BPJPH: Perguruan Tinggi Jadi Motor Penguatan Ekosistem Halal Nasional

AKURAT.CO Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan perguruan tinggi memiliki sumber daya yang strategis untuk mendukung penyelenggaraan jaminan produk halal (JPH).
“Perguruan tinggi bisa berperan melalui pembentukan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H),” ujar Haikal melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (7/9/2025).
Baca Juga: BPJPH Dorong Kawasan Industri Halal Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Menurut Haikal, kontribusi perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada pembentukan lembaga, melainkan juga menyangkut penyiapan sumber daya manusia.
"Mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dinilai dapat diarahkan untuk menjadi penyelia halal, auditor halal, juru sembelih halal, maupun pendamping proses produk halal (P3H). Bahkan peluang untuk melahirkan halal expert di lingkungan akademik terbuka sangat lebar," ucapnya.
Lebih lanjut Haikal menilai sinergi dengan perguruan tinggi akan mempercepat pembinaan halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).
"Tentu saja langkah ini bukan hanya amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang JPH, tetapi juga wujud kehadiran pemerintah dalam mempermudah sertifikasi halal," paparnya.
Sejalan dengan itu, BPJPH baru-baru ini melaksanakan program “Halal Goes to Campus” di Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Jawa Timur. Program ini melibatkan ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas, dengan agenda sosialisasi regulasi dan kebijakan sertifikasi halal.
Baca Juga: Ketika BPJPH Apresiasi Ajinomoto
Sucipto, Dewan Pakar LPH Universitas Brawijaya, menyebut profesi di bidang halal memiliki prospek cerah.
“Profesi di bidang halal masih sangat terbuka karena kebutuhan tinggi sementara jumlah tenaga ahli masih terbatas. Ini peluang besar bagi mahasiswa,” kata dia.
Haikal menambahkan, potensi pasar halal global yang terus berkembang menjadi dorongan kuat bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya. Keterlibatan perguruan tinggi, menurutnya, dapat memastikan kesiapan SDM halal yang kompeten, sehingga mampu mendukung daya saing industri halal nasional.
"Dengan ekosistem halal yang terbangun, Indonesia diharapkan dapat mengambil posisi strategis dalam pasar halal dunia yang nilainya kian menjanjikan," terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









