Akurat

Lion Parcel Bantu UMKM Larantuka Tembus Pasar Internasional

Leo Farhan | 3 Agustus 2025, 08:13 WIB
Lion Parcel Bantu UMKM Larantuka Tembus Pasar Internasional

AKURAT.CO Lion Parcel (PT Lion Express) terus mendukung pertumbuhan UMKM lokal, termasuk di wilayah timur Indonesia seperti Larantuka, Flores Timur.

Melalui layanan logistik yang cepat, aman, dan terjangkau, dua UMKM lokal, Ninisari Tenun dan Nagi Karunia Jaya berhasil menembus pasar nasional dan internasional.

“Logistik memegang peran strategis dalam mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya di wilayah seperti Indonesia Timur,” ujar Kenny Kwanto, Chief Marketing Officer Lion Parcel.

Dengan jangkauan pengiriman ke 98% wilayah Indonesia dan lebih dari 50 negara, Lion Parcel membuka akses pasar global bagi pelaku usaha lokal.

Ninisari Tenun: Warisan Budaya NTT ke Malaysia

Didirikan Santi Ninisari pada 2018, UMKM ini melestarikan tenun khas NTT sambil memberdayakan penenun lokal. Kini, produknya rutin dikirim ke berbagai kota dan ekspor ke Malaysia.

“Sekarang sudah online juga dan bisa kirim ke luar daerah bahkan sampai ekspor, dibantu sama Lion Parcel pengirimannya,” ujar Santi.

Ia mengapresiasi layanan cepat dan responsif dari tim Lion Parcel Larantuka yang sangat membantu operasional bisnisnya.

Nagi Karunia Jaya: Rasa Larantuka sampai Jakarta

Sejak 2015, Nathalia menjual oleh-oleh khas seperti kacang mete dan kopi dari petani lokal. Kini pesanannya menjangkau berbagai kota besar berkat Lion Parcel.

"Untuk pengiriman saya percayakan kepada Lion Parcel karena cepat dan murah, dua hal yang sangat penting buat saya,” ujarnya.

Lion Parcel juga mendukung kebutuhan bisnisnya dari pameran hingga keperluan pribadi.

Kisah sukses dua UMKM ini menunjukkan bahwa dukungan logistik yang andal dapat membawa usaha lokal menembus pasar luas.

Lion Parcel berkomitmen terus mendampingi UMKM di seluruh Indonesia sebagai mitra strategis pertumbuhan ekonomi daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.