Akurat

Wamendag Roro Dorong Kajian ERIA Terkait Dampak Tarif AS dan UMKM ASEAN

Hefriday | 28 Mei 2025, 11:05 WIB
Wamendag Roro Dorong Kajian ERIA Terkait Dampak Tarif AS dan UMKM ASEAN

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Tetsuya Watanabe, di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi strategis antara Indonesia dan ERIA, khususnya dalam menghadapi dampak kebijakan tarif dari Amerika Serikat serta dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro menyampaikan pentingnya peran ERIA dalam mendukung perumusan kebijakan berbasis riset yang mendalam dan menyeluruh. Ia mendorong ERIA untuk melakukan kajian komprehensif dan multidimensi terhadap kebijakan tarif Presiden AS, yang dinilai dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Kemendag Dorong UMKM Perempuan Go Global Lewat Digitalisasi dan Akses Ekspor

“Kami mengusulkan agar ERIA menyusun analisis mendalam mengenai dampak kebijakan tarif AS. Kajian ini tidak hanya akan memperkaya materi pembelajaran di ERIA School of Government, tetapi juga menjadi rujukan penting dalam menyusun kebijakan perdagangan Indonesia dan ASEAN,” ujar Wamendag Roro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Wamendag Roro juga menyoroti dampak dari kebijakan tarif resiprokal AS terhadap negara-negara ASEAN. Menurutnya, kebijakan tersebut seharusnya menjadi momentum bagi ASEAN untuk memperkuat kerja sama intra-kawasan, mengurangi rivalitas, dan meningkatkan kohesi ekonomi sebagai satu kawasan yang solid.

Lebih lanjut, ia menyambut baik laporan ERIA bertanggal 16 Mei 2025 mengenai estimasi dampak tarif timbal balik dari Amerika Serikat terhadap ekonomi ASEAN. Menurut Roro, laporan tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai tantangan yang dihadapi serta langkah-langkah mitigasi yang bisa diambil oleh negara-negara ASEAN.

Selain membahas isu tarif, Roro juga menekankan pentingnya transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mendorong pengembangan platform digital terintegrasi di kawasan ASEAN yang dapat memfasilitasi perdagangan lintas negara, terutama bagi pelaku UMKM agar dapat bersaing di pasar global.

“Digitalisasi merupakan kunci utama dalam mendorong daya saing UMKM. Oleh karena itu, kami mendorong ERIA untuk menyusun kajian terkait kelayakan implementasi platform digital ASEAN, termasuk mengidentifikasi tantangan seperti perbedaan regulasi, kepabeanan, hingga standar sanitasi dan fitosanitasi,” tegasnya.

Baca Juga: Kemendag Perkuat Perlindungan Konsumen Paylater di E-Commerce

Wamendag Roro juga menyampaikan pentingnya kolaborasi antara pembuat kebijakan dan lembaga riset seperti ERIA dalam menyusun rekomendasi berbasis data dan bukti. Kolaborasi ini diharapkan mampu melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perwakilan Perdagangan Indonesia di berbagai negara.

Dalam kesempatan yang sama, Wamendag Roro menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Trade Policy Fellow dari Indonesia untuk bergabung di ERIA. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi Indonesia dan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebijakan perdagangan.

Sebagai bentuk penguatan kerja sama strategis, ERIA turut mengundang Wamendag Roro sebagai pembicara utama dalam forum High-Level Executive Roundtable ERIA School of Government mendatang. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah diskusi strategis untuk merumuskan langkah ASEAN dalam merespons dinamika perdagangan internasional.

Sementara itu, Presiden ERIA Tetsuya Watanabe menyambut positif semua inisiatif yang disampaikan oleh Wamendag Roro. Ia menegaskan komitmen ERIA untuk terus mendukung pengambilan kebijakan berbasis riset dan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem perdagangan global yang inklusif, adaptif, dan tangguh di tengah tantangan geopolitik yang terus berubah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi