Permintaan Naik, Pelaku UMKM Frozen Food Perlu Adaptif
Hefriday | 8 Mei 2025, 16:13 WIB

AKURAT.CO Permintaan terhadap produk makanan beku atau frozen food di Indonesia terus menunjukkan tren positif seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat urban yang semakin dinamis.
Data dari Mordor Intelligence memproyeksikan bahwa pasar makanan beku di Asia Tenggara tumbuh sebesar 6,2% per tahun hingga 2023, dengan Indonesia menjadi salah satu kontributor utama dalam pertumbuhan tersebut.
Fenomena ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan makanan yang praktis dan cepat saji, seiring padatnya aktivitas masyarakat perkotaan. Makanan beku dinilai sebagai solusi efisien bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak, namun tetap ingin menyajikan makanan bergizi di rumah.
Namun, di balik potensi pasar yang menjanjikan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor makanan beku tetap menghadapi tantangan besar. Persaingan pasar yang semakin ketat, kebutuhan menjaga kualitas produk selama pengiriman, serta membangun kepercayaan konsumen menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan.
Menurut Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, sektor makanan, termasuk frozen food, memiliki potensi pertumbuhan yang besar.
“Kami melihat banyak pelaku UMKM yang punya semangat dan kreativitas tinggi. Lewat strategi ini, kami ingin turut mendorong mereka agar tetap inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pasar,” ujar Andi dalam keterangannya, Kamis (8/5/2025).
Lebih lanjut, ia memberikan lima strategi kunci agar pelaku UMKM di sektor frozen food dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Strategi ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan volume penjualan, tetapi juga untuk memperkuat fondasi bisnis dalam jangka panjang.
Pertama, menjaga kualitas produk menjadi keharusan. Menurut Ninja Xpress, konsumen makanan beku sangat sensitif terhadap rasa dan kesegaran produk. Oleh karena itu, konsistensi dalam bahan baku dan proses produksi sangat penting untuk menciptakan loyalitas pelanggan.
Kedua, kemasan produk juga berperan penting. Tidak hanya sebagai pelindung, kemasan berfungsi sebagai identitas merek yang bisa menarik perhatian konsumen. Desain kemasan yang menarik, informatif, dan mudah disimpan di lemari pembeku akan memberikan nilai tambah tersendiri.
Ketiga, pelaku UMKM perlu menjalin kemitraan dengan penyedia jasa logistik yang memiliki jaringan dan layanan pengiriman yang sesuai, terutama untuk menjaga suhu makanan selama pengiriman.
Ninja Xpress, melalui layanan Ninja Cold, menawarkan pengiriman makanan beku dari wilayah Jabodetabek ke Bandung, yang dapat menjadi solusi untuk menjaga kualitas produk tetap optimal saat sampai ke tangan konsumen.
Keempat, media sosial harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai kanal promosi. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook memungkinkan pelaku usaha menjangkau audiens yang lebih luas. Konten visual menarik, video pendek, dan testimoni pelanggan terbukti mampu membangun kepercayaan dan meningkatkan daya tarik produk.
Kelima, pemberian program loyalitas menjadi strategi yang semakin relevan. Diskon, hadiah, atau poin belanja untuk pelanggan setia bisa mempererat hubungan antara merek dan konsumen. Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk mempertahankan pelanggan di tengah banyaknya pilihan produk serupa di pasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









