Survei Ninja Xpress: UMKM RI Berpeluang Besar Ekspansi ke Pasar ASEAN

AKURAT.CO Ninja Xpress, perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, bekerja sama dengan Milieu Insight merilis survei "Suara UKM Negeri Vol. VI: Dari Indonesia ke Asia Tenggara".
Hasil survei ini menunjukkan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk memperluas pasar ke kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.
Survei ini melibatkan lebih dari 1.200 responden guna memahami preferensi belanja konsumen terhadap produk dari negara tetangga, termasuk Indonesia.
Survei mengungkap bahwa konsumen di Asia Tenggara memiliki pandangan positif terhadap produk dari negara-negara tetangga, termasuk Indonesia.
Hal ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan ekspor, sejalan dengan target pemerintah yang memproyeksikan pertumbuhan ekspor UMKM sebesar 9,63% pada 2026, mencapai USD19,33 miliar, dan meningkat hingga USD35,29 miliar pada 2029.
Baca Juga: Mendag Gandeng GPEI Genjot Ekspor UMKM
Menurut Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa, Asia Tenggara adalah pasar strategis bagi UMKM Indonesia.
“Melalui survei ini, kami ingin membantu pelaku usaha lokal memahami kebutuhan pasar Asia Tenggara lebih dalam, serta mengoptimalkan pemanfaatan platform digital dan strategi supply chain untuk memperluas jangkauan bisnis,” ujarnya dalam Suara UKM Negeri Vol. VI, di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Untuk mendukung ekspor UMKM, Ninja Xpress menawarkan layanan Ninja Cross Border Delivery. Layanan ini menyediakan pengiriman antarnegara end-to-end, mulai dari pengurusan dokumen, pengemasan, hingga pengiriman langsung ke kokonsumen
Salah satu fitur unggulan layanan ini adalah Cash on Delivery (COD) lintas negara yang memberikan kemudahan dan keamanan pembayaran bagi konsumen.
Menurut Nirmal Kumar Karmani, Founder & CEO PT Fastrac Garda Indonesia, layanan Ninja Cross Border memungkinkan UMKM mengirimkan produk langsung ke konsumen di Singapura dan Malaysia tanpa menghadapi kendala logistik yang rumit.
“Jaringan kuat Ninja Xpress dengan official partner mereka memberikan keamanan dalam proses pengiriman, serta harga yang lebih ekonomis dibandingkan layanan serupa,” ungkapnya.
Hasil survei menunjukkan bahwa 43% konsumen di Singapura dan 45% konsumen di Malaysia memilih produk dari Indonesia dalam belanja lintas negara. Produk Indonesia menarik perhatian karena faktor budaya, kualitas craftsmanship, dan keberlanjutan.
Di sisi lain, minat konsumen Indonesia untuk membeli barang dari negara tetangga relatif lebih rendah.
Mohammad Buchari, pemilik Jakarta Coffee House, menyoroti bahwa produk kopi lokal memiliki daya tarik yang besar di pasar internasional.
Saat pertama kali melakukan ekspor ke Malaysia, pembeli justru datang sendiri ke kedainya untuk menawarkan kerja sama. Hal ini membuktikan bahwa produk Indonesia memiliki potensi ekspor yang kuat.
Kategori Fashion & Accessories menjadi yang paling diminati di Asia Tenggara dengan tingkat minat 68%, diikuti oleh produk Makanan & Minuman (F&B) sebesar 47%, serta Produk Kesehatan & Kecantikan sebesar 46%.
Ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut menawarkan peluang besar bagi UMKM Indonesia.
Sebanyak 39% konsumen Asia Tenggara memilih produk dari negara tetangga karena keunikannya yang tidak tersedia di negara asal mereka. Selain itu, kualitas craftsmanship yang tinggi (34%) dan nilai budaya (31%) juga menjadi faktor penting.
Tren ini menegaskan bahwa inovasi dan diferensiasi produk sangat diperlukan bagi UMKM agar bisa bersaing di pasar regional.
Sebanyak 82% konsumen Asia Tenggara berbelanja melalui marketplace. Namun, adanya peraturan komisi di marketplace mendorong UMKM untuk mencari alternatif, seperti platform media sosial (51%) dan website resmi merek (39%).
Strategi ini memungkinkan UMKM untuk membangun hubungan langsung dengan pelanggan dan meningkatkan independensi dalam penjualan.
UMKM Indonesia memiliki tiga opsi supply chain dalam ekspor, yakni Source + Production + Local Fulfillment, Bulk Shipping + Local Fulfillment dan Direct-to-Customer (DTC).
Dari ketiga model tersebut, Direct-to-Customer menjadi pilihan ideal karena pengiriman dilakukan langsung ke konsumen, mengurangi risiko dan biaya tambahan.
Awan dari Beauty of Angel Store mengungkapkan bahwa layanan Ninja Cross Border memungkinkan bisnisnya menjangkau lebih banyak konsumen luar negeri dengan sistem pengiriman yang efisien serta pilihan pembayaran COD.
Ia berharap layanan ini terus berkembang dengan peningkatan fasilitas seperti warehouse.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









