Mengenal Berbagai Jenis Transaksi Prive

AKURAT.CO Dalam pengelolaan keuangan bisnis, pencatatan seluruh transaksi menjadi hal yang mutlak dilakukan. Baik pendapatan dari hasil penjualan maupun pengeluaran untuk pembelian bahan baku dan pembayaran tagihan, semuanya harus dibukukan dengan cermat.
Salah satu elemen penting yang sering kali terlewat terutama di bisnis kecil adalah pencatatan prive, yaitu pengambilan sebagian modal atau aset oleh pemilik untuk keperluan pribadi.
Prive merujuk pada penarikan dana atau aset dari perusahaan oleh pemilik bisnis. Pengambilan ini biasanya tidak dikaitkan dengan aktivitas operasional perusahaan melainkan untuk kebutuhan pribadi pemilik. Pada bisnis perseorangan atau kemitraan, transaksi ini biasanya dilakukan secara tradisional, sedangkan pada perusahaan besar dikenal sebagai aktivitas distribusi.
Baca Juga: Mengenal Prive Yang Kerap Terjadi di Dunia Usaha
Saat prive terjadi, perusahaan akan mencatat transaksi tersebut dalam entri jurnal dengan mendebit penarikan oleh pemilik dan mengkredit uang tunai. Transaksi ini dianggap sebagai pengurangan ekuitas atau modal pemilik, yang kemudian disesuaikan dalam laporan keuangan tahunan.
Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (23/11/2024), berikut beberapa jenis prive yang perlu kamu ketahui:
1. Prive dalam Perusahaan Perseorangan dan CV
Pada perusahaan perseorangan atau komanditer (CV), prive berupa pengambilan dana atau aset untuk kepentingan pribadi pemilik. Contoh yang umum adalah penarikan tunai untuk kebutuhan rumah tangga atau pengambilan aset seperti kendaraan. Pengambilan ini dicatat sebagai pengurangan modal pemilik dalam laporan keuangan.
2. Dividen dalam Perusahaan Terbuka
Berbeda dengan perusahaan perseorangan, pada perusahaan terbuka (PT), pengambilan dana oleh pemegang saham dikenal sebagai dividen. Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. Ini dicatat sebagai pengeluaran dalam laporan laba rugi, berbeda dengan prive yang mencatat pengurangan pada modal pemilik.
Prive memengaruhi pencatatan akuntansi dengan mengurangi modal atau ekuitas pemilik. Penarikan ini bisa berupa aset seperti uang tunai, peralatan, atau produk yang tidak terjual. Semua pengambilan tersebut perlu dicatat untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya.
Pada bisnis tanpa badan hukum seperti perseorangan atau kemitraan, pencatatan prive sangat penting karena pemilik merupakan entitas yang sama dengan bisnisnya. Sebaliknya, pada perusahaan berbadan hukum seperti PT, pencatatan prive tidak diperlukan karena pemilik dan bisnis dianggap sebagai entitas terpisah.
Karakter Prive
1. Melacak Modal untuk Kebutuhan Pribadi
Prive membantu melacak total modal yang telah digunakan untuk kebutuhan pribadi. Dengan mencatat prive, perusahaan dapat memantau arus kas secara lebih akurat dan menjaga saldo modal tetap terkendali.
2. Akun Sementara
Akun prive bersifat sementara dan tidak berkelanjutan. Pada akhir tahun keuangan, akun ini akan ditutup dan saldo tersisa dialihkan ke akun modal pemilik. Akun ini kembali digunakan pada tahun berikutnya untuk mencatat penarikan baru.
3. Bukan Akun Pengeluaran
Meski prive mengurangi kas perusahaan, transaksi ini bukan pengeluaran bisnis. Prive dianggap sebagai pengurangan modal dan dicatat dalam neraca, bukan dalam laporan laba rugi.
Pemilik bisnis perlu memisahkan penggunaan aset pribadi dan bisnis untuk memastikan akurasi laporan keuangan. Pemisahan ini juga penting untuk mematuhi prinsip akuntansi dan memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan perusahaan.
Prive memainkan peran penting dalam pencatatan keuangan, terutama pada bisnis perseorangan dan kemitraan. Meski sering dianggap sepele, pencatatan prive yang akurat membantu memastikan laporan keuangan yang transparan dan mencerminkan kondisi bisnis secara keseluruhan.
Oleh karena itu, pemilik bisnis perlu memahami konsep prive dan mencatatnya dengan tepat agar pengelolaan keuangan berjalan optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









