Arema FC Siap Sulap Kanjuruhan Jadi Pusat Ekonomi UMKM

AKURAT.CO Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyambut positif rencana Arema FC untuk mengambil peran aktif dalam pengelolaan Stadion Kanjuruhan, Malang, sekaligus mengembangkan kawasan di sekitarnya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis UMKM.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman menilai langkah tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong transformasi olahraga menjadi sektor industri yang produktif dan inklusif.
Sebab menurutnya, stadion tidak lagi hanya berfungsi sebagai arena pertandingan, melainkan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Baca Juga: UMKM Batik Jadi Penggerak Ekonomi, Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Daerah
“Olahraga harus terhubung dengan industri dan ekonomi kerakyatan. Inisiatif Arema FC menunjukkan bagaimana pengelolaan stadion bisa membuka ruang luas bagi UMKM dan menciptakan efek pengganda bagi daerah,” ujar Maman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan, pengembangan Kanjuruhan sebagai kawasan ekonomi memerlukan kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar pemanfaatan aset olahraga berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kerja sama melalui Nota Kesepahaman antara Kementerian UMKM, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi fondasi penting dalam memastikan pengelolaan stadion dilakukan secara profesional dan berorientasi pada pemberdayaan UMKM.
Pemerintah, kata Maman, akan memberikan pendampingan penuh agar pelaku UMKM dapat terintegrasi dalam rantai nilai industri olahraga, mulai dari kuliner, merchandise, hingga jasa pendukung kegiatan stadion.
Dalam kunjungan lapangan bersama Kemendagri dan Kemenpora pada 10 Desember 2025, pemerintah pusat melihat kesiapan Arema FC dalam menyusun konsep pengelolaan jangka panjang Stadion Kanjuruhan.
Baca Juga: Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Digital Inklusif
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi menyampaikan bahwa pengajuan hak kelola stadion bukan hanya untuk kepentingan klub, melainkan bagian dari strategi menciptakan pusat ekonomi baru di Malang Raya.
“Kanjuruhan kami rancang sebagai ekosistem ekonomi yang melibatkan UMKM lokal, komunitas suporter, dan warga sekitar. Ini adalah investasi sosial dan ekonomi jangka panjang,” ujarnya.
Pemerintah menilai konsep tersebut berpotensi menjadi contoh nasional pengelolaan stadion yang mandiri secara finansial sekaligus berpihak pada ekonomi rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








