Akurat

Kenapa Pikiran Justru Lebih Aktif Saat Malam Hari? Ini Penjelasannya

Dani Zahra | 8 Februari 2026, 23:21 WIB
Kenapa Pikiran Justru Lebih Aktif Saat Malam Hari? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Pernahkah Anda merasa sangat mengantuk sepanjang siang hari, namun begitu kepala menyentuh bantal di malam hari, otak tiba-tiba menjadi "segar" dan penuh ide? Fenomena ini sering membuat banyak orang terjaga hingga dini hari, merenungkan masa depan, hingga memikirkan kesalahan yang terjadi bertahun-tahun lalu.

Kondisi pikiran yang justru lebih aktif saat malam hari ini bukan sekadar kebetulan. Ada alasan biologis, psikologis, hingga pengaruh gaya hidup di baliknya. Mari kita bedah kenapa otak kita sering "menolak" untuk tidur tepat waktu.

Baca Juga: Journaling: Kebiasaan Menulis Sederhana yang Bikin Pikiran Lebih Tenang

Penyebab Biologis: Ritme Sirkadian dan Kromotipe

Setiap manusia memiliki jam biologis internal yang disebut ritme sirkadian. Jam ini mengatur kapan kita merasa waspada dan kapan kita harus beristirahat.

1. Kromotipe 'Night Owl': Tidak semua orang diciptakan sama. Orang dengan kromotipe night owl (burung hantu) secara genetik memang memiliki puncak energi dan fokus di malam hari. Bagi mereka, otak mencapai performa maksimal saat matahari sudah terbenam.

2. Produksi Melatonin yang Terlambat: Pada beberapa orang, hormon melatonin (hormon pemicu kantuk) baru diproduksi lebih lambat dari orang normal. Akibatnya, mereka merasa sangat waspada di jam-jam yang seharusnya digunakan untuk tidur.

Penyebab Psikologis: Kurangnya Gangguan (Sensory Deprivation)

Salah satu alasan utama kenapa pikiran menjadi sangat liar di malam hari adalah karena sunyi.

- Minim Distraksi: Di siang hari, otak kita sibuk memproses suara bising, interaksi sosial, pekerjaan, dan notifikasi ponsel. Saat malam tiba dan suasana menjadi tenang, semua kebisingan luar menghilang.

- Ruang Kosong untuk Berpikir: Tanpa adanya distraksi eksternal, otak secara otomatis beralih ke "mode internal". Inilah saatnya semua pikiran, kecemasan, dan ide yang terpendam seharian muncul ke permukaan karena tidak ada lagi hal lain yang mengalihkan perhatian Anda.

Fenomena 'Revenge Bedtime Procrastination'

Istilah ini sangat populer di kalangan pekerja sibuk. Revenge Bedtime Procrastination adalah kondisi di mana seseorang dengan sengaja menunda waktu tidur karena merasa tidak memiliki kendali atas waktu mereka di siang hari.

Karena seharian sibuk bekerja untuk orang lain atau mengerjakan tugas, malam hari dianggap sebagai satu-satunya waktu luang untuk "balas dendam". Di momen inilah otak merasa berhak untuk tetap aktif, baik untuk sekadar bermain ponsel atau melamun, sebagai bentuk kompensasi atas kurangnya waktu pribadi.

Dampak Pikiran Terlalu Aktif di Malam Hari

Meskipun terkadang pikiran aktif membawa ide-ide kreatif, seringnya hal ini justru berdampak negatif, seperti:

- Insomnia dan Gangguan Tidur: Kesulitan memulai tidur berujung pada kurangnya durasi istirahat.

- Kesehatan Mental: Pikiran malam sering kali bersifat negatif (ruminasi), yang jika dibiarkan dapat memicu kecemasan atau depresi.

- Penurunan Performa Siang Hari: Efek domino dari kurang tidur adalah hilangnya fokus dan energi di pagi hari berikutnya.

Cara Menenangkan Pikiran Sebelum Tidur

Jika Anda merasa pikiran yang terlalu aktif mulai mengganggu kesehatan, berikut adalah beberapa cara untuk "mematikan" sakelar otak Anda:

1. Brain Dump (Menulis Jurnal): Sebelum tidur, tuliskan semua beban pikiran, daftar tugas esok hari, atau ide yang muncul di selembar kertas. Ini memberi sinyal pada otak bahwa informasi tersebut sudah "tersimpan aman" dan tidak perlu dipikirkan lagi saat itu juga.

2. Batasi Blue Light: Cahaya dari layar ponsel menghambat produksi melatonin. Matikan gawai minimal 30–60 menit sebelum tidur.

3. Teknik Pernapasan 4-7-8: Tarik napas 4 detik, tahan 7 detik, dan buang perlahan dalam 8 detik. Teknik ini efektif menurunkan detak jantung dan menenangkan sistem saraf.

4. Ciptakan Rutinitas Malam: Mandi air hangat atau membaca buku fisik dapat membantu tubuh masuk ke fase rileks lebih cepat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D