Lewat Harmoni Imlek Nusantara, PIK Hadirkan Panggung Imlek Terbesar di Jakarta

AKURAT.CO Februari 2026 terasa berbeda di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Sejak memasuki gerbang Pantjoran hingga menyusuri tepi laut Land’s End, atmosfer Imlek menyatu dalam satu tarikan napas: dominasi warna merah dan emas, lampion yang bergantung berderet, denting musik Mandarin, hingga parade budaya yang silih berganti.
Mengusung tema Harmoni Imlek Nusantara, perayaan tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan pengalaman kawasan yang terintegrasi.
Pantjoran PIK, Batavia PIK, Central Market, By The Sea, Land’s End, Orange Groves, hingga Indonesia Design District (IDD) PIK2 menghadirkan program berbeda dalam satu kurasi besar sepanjang Februari 2026.
Direktur Operations Agung Sedayu Group, Ramon Flotats, menegaskan bahwa perayaan ini dirancang inklusif dan terbuka untuk semua kalangan.
“Kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah secara visual, tetapi juga memiliki makna kebersamaan yang kuat. Melalui kolaborasi berbagai destinasi di PIK, kami berupaya menciptakan ruang perayaan yang inklusif, di mana tradisi, kreativitas, dan interaksi publik dapat dirasakan dalam satu pengalaman yang utuh,” ujarnya.
Baca Juga: UI Kukuhkan Prof. Sotya Astutiningsih sebagai Guru Besar Material Konstruksi Ramah Lingkungan
Pantjoran: Tradisi yang Berdenyut
Pantjoran PIK menjadi titik awal kemeriahan. Pembukaan Galeri Budaya Tionghoa Indonesia pada 23 Januari 2026 menandai rangkaian refleksi sejarah dan identitas komunitas Tionghoa di Indonesia.
Sepanjang Februari, panggung budaya diisi berbagai pertunjukan, mulai dari Wushu Rajawali Sakti (7 dan 14 Februari), Barongsai LED (14, 15, dan 21 Februari), hingga puncak perayaan pada 17 Februari dengan Liong LED Performance, Barongsai Tonggak, parade Warrior Princess, dan Mandarin Live Music.
Malam 16 Februari, langit Pantjoran dihiasi petasan renteng yang menjadi simbol suka cita menyambut tahun baru. Perayaan berlanjut hingga Cap Go Meh pada 7 Maret 2026.
Batavia hingga Tepi Laut
Di Batavia PIK, program Tjerita Imlek di Batavia menghadirkan pertunjukan barongsai pada 17 Februari serta bazar tematik di Alun-Alun Batavia sepanjang Januari hingga Februari.
Central Market PIK menyasar generasi muda melalui Beyblade Competition (1 Februari) dan pertunjukan Guzheng pada 14 dan 16 Februari, menghadirkan perpaduan tradisi dan tren populer.
Sementara itu, Land’s End menawarkan suasana berbeda. Pertunjukan Liong (15 Februari) dan Barongsai Tonggak (17 Februari) tampil dengan latar matahari terbenam di tepi laut.
Live music pada 3 dan 24 Januari serta 14 Februari, ditambah DJ performance pada 10 Januari dan 28 Februari, menghadirkan nuansa Imlek yang modern dan santai.
IDD PIK2 dan Orange Groves: Seni, Keluarga, dan Kembang Api
Indonesia Design District (IDD) PIK2 menghadirkan Pop Up Chinese Museum by Yun Art Center (29 Januari–28 Februari), Gu Zheng Performance (15 Februari), Barongsai (17 Februari), serta Pet Pawradise (26 Februari–1 Maret) yang ramah keluarga.
Di Orange Groves, akhir pekan diramaikan pertunjukan Guzheng, Barongsai LED, pantomim, hingga atraksi sirkus akrobat.
Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis Jasa Raharja 2026, Lengkap dengan Syaratnya!
Puncaknya, pertunjukan kembang api di tepi sungai menjadi penutup malam yang memikat.
Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, kawasan PIK tahun ini tak sekadar menjadi destinasi, melainkan panggung besar perayaan lintas budaya.
Tradisi, hiburan, kuliner, dan lanskap tepi laut berpadu dalam satu perayaan panjang yang hangat, modern, dan inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









