Akurat

Cara Mengatur Jam Tidur Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Segar dan Ibadah Lancar

Dani Zahra | 23 Februari 2026, 23:49 WIB
Cara Mengatur Jam Tidur Saat Puasa Agar Tubuh Tetap Segar dan Ibadah Lancar

AKURAT.CO Mengatur waktu tidur di malam hari saat puasa sering menjadi tantangan tersendiri.

Aktivitas ibadah seperti tarawih, tadarus, hingga sahur membuat waktu istirahat berkurang dibanding hari biasa.

Baca Juga: PWI Pusat Buka Puasa Bersama Yatim Piatu, Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial

Jika tidak dikelola dengan baik, kurang tidur bisa memengaruhi konsentrasi, produktivitas, bahkan kesehatan selama menjalani puasa.

Agar tubuh tetap bugar dan ibadah berjalan optimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Atur Jam Tidur Lebih Awal

Usahakan tidur lebih cepat setelah salat Isya dan tarawih jika tidak ada aktivitas mendesak.

Hindari begadang tanpa alasan penting, seperti bermain gawai terlalu lama atau menonton hingga larut malam. Tidur lebih awal membantu tubuh mendapatkan waktu istirahat cukup sebelum bangun sahur.

2. Manfaatkan Power Nap

Jika waktu tidur malam terasa kurang, Anda bisa menggantinya dengan tidur singkat atau power nap selama 15–30 menit di siang hari.

Cara ini efektif mengembalikan energi tanpa membuat tubuh terasa lemas.

3. Ciptakan Pola Tidur yang Konsisten

Cobalah tidur dan bangun di jam yang relatif sama setiap hari selama bulan puasa. Pola tidur yang teratur membantu tubuh beradaptasi lebih cepat, sehingga tidak mudah lelah.

4. Hindari Konsumsi Kafein Berlebihan

Minuman berkafein seperti kopi atau teh menjelang malam bisa membuat Anda sulit terlelap. Jika ingin mengonsumsi, batasi jumlahnya dan jangan terlalu dekat dengan waktu tidur.

5. Perhatikan Asupan Sahur

Pilih makanan sahur yang bernutrisi seimbang dan tidak terlalu berat. Makanan yang terlalu pedas atau berminyak dapat mengganggu kualitas tidur setelahnya, terutama jika Anda ingin tidur kembali sebelum memulai aktivitas pagi.

6. Seimbangkan Ibadah dan Istirahat

Menghidupkan malam dengan ibadah memang dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan. Namun, tetap perhatikan kondisi tubuh.

Istirahat yang cukup juga bagian dari menjaga amanah kesehatan agar puasa bisa dijalani dengan maksimal.

Mengatur waktu tidur di malam hari saat puasa bukan berarti mengurangi semangat beribadah. Justru dengan istirahat yang cukup, tubuh dan pikiran akan lebih fokus, sehingga kualitas ibadah pun meningkat.

Kunci utamanya adalah disiplin dalam mengatur waktu dan memahami kebutuhan tubuh sendiri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D