Akurat

Apa Itu Sampah Mikroplastik?

Eko Krisyanto | 1 Februari 2026, 12:54 WIB
Apa Itu Sampah Mikroplastik?

AKURAT.CO Sampah plastik telah lama menjadi perhatian global, namun belakangan muncul istilah sampah mikroplastik yang dampaknya dinilai lebih berbahaya.

Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran sangat kecil yang sering kali tidak disadari keberadaannya, tetapi dapat masuk ke lingkungan, rantai makanan, hingga tubuh manusia.

Baca Juga: Temukan Mikroplastik di Air Hujan Jadi Early Warning bagi Pemerintah dan Masyarakat

Pengertian Sampah Mikroplastik

Sampah mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter.

Ukurannya yang sangat kecil membuat mikroplastik sulit dilihat dengan mata telanjang dan hampir tidak bisa disaring secara alami oleh lingkungan.
Mikroplastik tidak mudah terurai.

Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terdegradasi, dan dalam proses tersebut plastik besar akan pecah menjadi potongan yang lebih kecil hingga akhirnya menjadi mikroplastik.

Asal Usul Sampah Mikroplastik

Mikroplastik dapat berasal dari berbagai sumber. Secara umum, mikroplastik dibagi menjadi dua jenis, yaitu mikroplastik primer dan mikroplastik sekunder.

Mikroplastik primer berasal dari produk yang sejak awal dibuat berukuran kecil, seperti butiran plastik pada kosmetik, sabun wajah, scrub, dan produk pembersih tertentu.

Sementara itu, mikroplastik sekunder terbentuk dari pecahan plastik berukuran besar, seperti botol plastik, kantong plastik, atau jaring nelayan yang terurai akibat paparan sinar matahari, ombak, dan gesekan.

Selain itu, aktivitas sehari-hari juga menyumbang mikroplastik, misalnya dari serat pakaian sintetis yang terlepas saat dicuci atau dari abrasi ban kendaraan di jalan raya.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 9 Makanan yang Banyak Terkontaminasi Mikroplastik

Dimana Mikroplastik Ditemukan?

Penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik telah ditemukan hampir di seluruh lingkungan, mulai dari laut, sungai, dan tanah, hingga udara.

Mikroplastik juga ditemukan dalam air minum, garam dapur, makanan laut, bahkan udara yang dihirup manusia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa mikroplastik bukan lagi masalah lingkungan semata, melainkan telah menjadi isu kesehatan dan keberlanjutan global.

Dampak Sampah Mikroplastik bagi Lingkungan

Bagi lingkungan, mikroplastik dapat membahayakan organisme hidup.

Hewan laut sering kali mengira mikroplastik sebagai makanan, sehingga partikel tersebut masuk ke dalam tubuh mereka.

Akumulasi mikroplastik dapat mengganggu sistem pencernaan, pertumbuhan, hingga reproduksi organisme.

Selain itu, mikroplastik juga berpotensi membawa zat kimia berbahaya atau mikroorganisme yang menempel di permukaannya, sehingga memperparah pencemaran lingkungan.

Dampak Mikroplastik bagi Kesehatan Manusia

Dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui makanan, minuman, dan udara.

Partikel ini berpotensi memicu peradangan, membawa zat kimia berbahaya, dan mengganggu keseimbangan hormon.

Meskipun belum semua dampaknya dipahami sepenuhnya, keberadaan mikroplastik dalam tubuh manusia menjadi perhatian serius bagi para peneliti dan pembuat kebijakan.

Upaya Mengurangi Sampah Mikroplastik

Mengurangi mikroplastik dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih produk ramah lingkungan, serta menggunakan pakaian berbahan alami dapat membantu menekan jumlah mikroplastik yang dilepas ke lingkungan.

Selain itu, pengelolaan sampah yang baik dan kebijakan pemerintah terkait pembatasan plastik juga berperan penting dalam mengurangi pencemaran mikroplastik.

Sampah mikroplastik merupakan masalah lingkungan yang kompleks dan berdampak luas.

Memahami apa itu mikroplastik dan sumbernya adalah langkah awal untuk meningkatkan kesadaran serta mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Arika Yafi Fawazzain (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R