Kumpulan 7 Contoh Puisi Hari Ayah Nasional 12 November Penuh Makna dan Menyentuh Hati!

AKURAT.CO Setiap tanggal 12 November, Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional sebagai momen untuk mengungkapkan rasa cinta dan terima kasih kepada figur penting dalam keluarga ini.
Di hari spesial ini, kamu bisa menunjukkan perhatian melalui hadiah sederhana hingga kata-kata penuh makna seperti puisi Hari Ayah yang penuh makna.
Memberikan sebuah puisi penuh makna di Hari Ayah menjadi salah satu cara yang berkesan dan pastinya membuat orang tua bangga.
Berikut kumpulan puisi Hari Ayah yang menyentuh hati dan cocok dibagikan di media sosial.
Baca Juga: 30+ Ucapan Hari Ayah Nasional 2025, Bisa Bikin Ayahmu Tersentuh
Inspirasi Puisi Hari Ayah Nasional 12 November
1. Maafkan Aku Ayah
Oleh: An-Nur
Dalam hening sepi menyala
Diam lebih bermakna daripada semua terjemahan malam
Aku merenungkan atas segala derita
Ayah berjuang menghidupi keluarga
Tiga puluh tahun lebih ayah di Jakarta
Pulang hanya sesekali saja
Banting tulang tak kenal lelah
Demi anakmu agar sekolah
Ayah...
Kini usiamu tak lagi seperti dulu: kuat
Tapi perjuanganmu begitu gagah
Kau selalu bersemangat
Maafkan aku, Ayah...
Aku yang belum bisa berbalas jasa
Masih membuat dirimu susah
Hingga kau masih terus bekerja
Maafkan aku, Ayah...
Yang masih menjadi beban hidupmu
Membuatmu sering gelisah
Memikirkan kebutuhan rumah...
2. Ayah dan Burung-Burung
Oleh: Radial Tanjung Banua
Aku terbayang ayah yang melangkah di pematang sawah kenangan.
Sesekali langkahnya tercengang
ngungun bersama embun.
Kadang-kadang ayah bagai orang-orangan dari jerami
di tengah menguning padi.
Kusentakkan tali rindu di antara kami.
Maka tersintaklah ayah bersama riuh burung-burung yang lepasan
tak kembali lagi.
3. Untukmu Ayahku
Oleh: Dina Sekar Ayu
Di keheningan malam
Datang secercah harapan
Untuk menyambut jiwamu datang
Sebercik harapan agar kau kembali pulang
Hanya sepenggal kata bijak yang bisa kutanamkan
Duduk sedeku, tangan meminta, mulut bergoyang, jatuh air
mata
Tapi apalah daya
Semua harapan hilanglah sirna
Karena kau telah tiada
Ayahku tercinta.
4. Ayahku
Oleh: Muhammad Azrif
Ayahku...
Ayahku adalah kepala keluargaku
Dia mencari nafkah tanpa lelah
Dari pagi sampai sore
Ayahku mencari nafkah demi aku dan keluargaku
Ayahku menceritakanku tentang kebaikan
Dia juga yang selalu membahagiakanku
Aku sangat sayang kepada ayahku...
5. Tak Akan Lapuk walau Tubuh kian Membungkuk
Oleh: Nency Asmarani
Senyuman yang selalu melengkung di bibir
Tak menggambarkan betapa lelahnya dia
Wajah letih, keriput, dan kusam
Tak menjadi batasan untuk mencari penghasilan
Teruntuk cucu yang selalu memberikan tuntutan
Agar dapat hidup bermewah-mewahan
Tanpa melihat ayahnya yang terkadang tanpa makan
Tubuh yang kian melemah
Namun, tak kenal rasa pasrah
Itulah seorang ayah.
6. Pelukan Abah
Oleh: Rosi L. Simamora
Tak ada yang lebih menenangkan daripada
pelukan Abah.
Diurutkannya isak tangis Ara,
dienyahkannya kekhawatiran Emak,
disingkirkannya rasa ngeri,
hingga tak bersisa sejejak pun.
Tak ada yang lebih teguh dari pelukan Abah.
Disembuhkannya setiap luka kecewa
dan dihardiknya pergi setiap badai kehidupan...
Hingga sekali lagi Anda percaya,
semua akan baik-baik saja.
7. Kukagumimu, Ayah
Oleh: Ghulam Azkiyya
Ayah, kamu tahu?
Engkau kekasih terindah dari Tuhan untukku
Selalu hadir di antara mimpi gelapku
Memanggilku kala aku jauh
Keterpanaanku kamu, Ayah
Kau membiarkan punggungmu merunduk
Kaki jenjangmu terlihat goyah
Menahan diri agar tak ambruk
Tapi tetap kokoh kau memelukku
Ayah, kau tahu?
Kau tentu saja pahlawanku
Tak dikalahkan oleh ribuan pasukan
Kau pasti selalu terdepan melindungiku
Rengkuhanmu yang menenangkan
Senyummu terbenang menghancurkanku
Tak akan mampu kulupakan.
Baca Juga: Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia: Asal Usul, Makna, dan Cara Merayakannya
Memperingati Hari Ayah pada 12 November menjadi momen istimewa untuk menunjukkan rasa sayang dan terima kasih kepada sosok yang selalu berjuang tanpa banyak kata.
Memberikan puisi penuh makna bisa menjadi cara sederhana namun berkesan untuk menyentuh hati Ayah.
Melalui rangkaian kata yang tulus, kita dapat mengapresiasi semua cinta, pengorbanan, dan keteguhan yang ia tunjukkan selama ini. Rayakan Hari Ayah dengan hangat, tulus, dan penuh rasa syukur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









