Akurat

Resmikan Indonesia International Book Fair 2025, Menteri Kebudayaan: Literasi Pilar Diplomasi Budaya

Ratu Tiara | 25 September 2025, 13:38 WIB
Resmikan Indonesia International Book Fair 2025, Menteri Kebudayaan: Literasi Pilar Diplomasi Budaya

AKURAT.CO Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, membuka penyelenggaraan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025 yang digelar oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JCC).

Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya literasi sebagai fondasi pembangunan bangsa serta sebagai pintu diplomasi budaya yang menjembatani Indonesia dengan dunia internasional.

Mengusung tema “Exploring Content, Enlightening Mind,” IIBF 2025 menjadi ajang pertemuan gagasan lintas bangsa di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital.

Menurut Menbud Fadli, tema ini mengingatkan kembali akan esensi literasi, yakni membaca dengan kesadaran, menulis dengan makna, dan menerbitkan dengan visi. “Konten yang berkualitas bukan hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat jati diri bangsa,” ujarnya.

Baca Juga: Fadli Zon: Presiden Prabowo Belum Tahu Soal Penetapan Hari Kebudayaan Nasional

Tidak hanya menjadi wadah pameran buku, menurut Menbud Fadli, IIBF berfungsi sebagai ruang diplomasi budaya, di mana penulis, penerbit, dan agen literasi saling bertukar ide dan inspirasi.

Tahun ini, IIBF tidak hanya diikuti oleh penerbit-penerbit dari dalam negeri, tetapi juga oleh penerbit dan agen literasi dari berbagai negara yang bergabung sebagai exhibitor dan peserta aktif dalam program Indonesia Rights Fair (IRF).

IIBF menampilkan lebih dari 70 peserta Indonesia Rights Fair (IRF) dari 17 negara, yang menandakan semakin diperhitungkannya literasi Indonesia di tingkat global.

Dalam kesempatan ini, Menbud Fadli juga menekankan bahwa Kementerian Kebudayaan menempatkan literasi dan penerbitan sebagai bagian penting dalam Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. “Melalui MTN, pemerintah berupaya mengidentifikasi, membina, dan menghubungkan talenta-talenta unggul bangsa, termasuk penulis, penerjemah, editor, ilustrator, dan penerbit,” tutur Menbud Fadli.

Sejalan dengan itu, lanjut Menbud Fadli, pemerintah memperkenalkan program MTN Translation Funding untuk mendukung penerjemahan karya-karya Indonesia ke berbagai bahasa, sekaligus meluncurkan Indonesia Rights Fair Fellowship Program 2025 guna mempertemukan penerbit internasional dengan potensi literasi Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Arys Hilman Nugraha, menuturkan pentingnya konsistensi dan daya tahan pameran IIBF 2025 yang tahun ini memasuki usia ke-45. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah dan kehadiran mitra internasional menjadi faktor penting dalam keberlangsungan IIBF sebagai ajang literasi dan diplomasi budaya. “Keberadaan IIBF selama 45 tahun merupakan pencapaian besar dalam hal konsistensi dan resiliensi. Bahkan, ketika pandemi COVID-19 melanda dunia dan industri buku terpukul hebat, IIBF tetap teguh berdiri,” ujarnya.

Baca Juga: KKP Dukung Pengembangan UMKM Perikanan dan KDMP Lewat Literasi Keuangan

Menurutnya, IIBF 2025 hadir bukan hanya sebagai pameran, tetapi juga upaya memperluas akses bacaan, memperkuat ekosistem penerbitan, serta menumbuhkan budaya membaca di masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.