Akurat

Terjebak Toxic Productivity: Ketika Produktif Menjadi Beban

Eko Krisyanto | 28 Juli 2025, 09:59 WIB
Terjebak Toxic Productivity: Ketika Produktif Menjadi Beban

AKURAT.CO Toxic productivity adalah kondisi ketika seseorang merasa harus selalu produktif, bahkan di luar batas kemampuan fisik dan emosionalnya. Alih-alih memberikan hasil maksimal, hal ini justru mengarah pada kelelahan kronis, kecemasan, hingga burn out.

Di era media sosial, standar “sukses” kerap terpampang dalam bentuk pencapaian terus-menerus.

Gen Z pun kerap merasa tertekan untuk mengikuti laju tersebut. Namun, apakah kita benar-benar bekerja untuk berkembang, atau hanya karena takut tertinggal?

Baca Juga: Tips Menabung Efektif untuk Mahasiswa yang Kuliah Sambil Bekerja

Ciri-Ciri Toxic Productivity

  • Merasa bersalah saat beristirahat.

  • Terus mencari pekerjaan meski sudah menyelesaikan tugas.

  • Mengukur harga diri dari produktivitas harian.

  • Sulit merasa puas dengan hasil kerja.

Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Toxic productivity bisa memicu:

  • Gangguan tidur dan kelelahan kronis.

  • Kecemasan berlebih karena merasa belum cukup produktif.

  • Menurunnya kemampuan fokus dan kreativitas.

  • Isolasi sosial karena terlalu sibuk bekerja.

Cara Mengatasi Toxic Productivity

  1. Redefinisi Produktivitas: Produktif tidak berarti sibuk terus-menerus. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas.

  2. Jadwal Istirahat Rutin: Luangkan waktu untuk istirahat dan hobi tanpa rasa bersalah.

  3. Terima Diri dan Proses: Tidak semua hari harus ‘produktif.’ Hari istirahat juga bagian dari perkembangan.

  4. Kurangi Konsumsi Konten ‘Motivasi’ Berlebihan: Tidak semua konten inspiratif cocok untuk semua orang.

Toxic productivity mungkin terlihat seperti semangat kerja, tetapi sebenarnya bisa merusak kita dari dalam.

Baca Juga: 5 Tips Semangat Bekerja Setelah Libur Panjang

Gen Z perlu memahami bahwa produktivitas yang sehat adalah yang memperhatikan tubuh dan pikiran. Mari lebih bijak dalam bekerja dan beristirahat.

Hansel Finnegan (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R