Akurat

Mengenal Fenomena Hujan Meteor Taurid yang Dapat Dilihat Pada November 2025, Begini Penyebab dan Proses Terjadinya

Shalli Syartiqa | 1 November 2024, 18:58 WIB
Mengenal Fenomena Hujan Meteor Taurid yang Dapat Dilihat Pada November 2025, Begini Penyebab dan Proses Terjadinya

AKURAT.CO Hujan meteor Taurid Selatan akan terjadi dari 28 September hingga 2 Desember, dengan puncak aktivitas pada 4-5 November.

Sementara itu, hujan meteor Taurid Utara berlangsung dari 13 Oktober hingga 2 Desember, dengan puncak pada 11-12 November.

Hujan meteor Taurid dapat dilihat di seluruh Indonesia, terutama dari lokasi yang minim polusi cahaya.

Lantas, apa itu fenomena hujan meteor Taurid dan proses terjadinya yang dapat dilihat di Indonesia?

Apa itu hujan meteor Taurid?

Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (1/11/2024), hujan meteor Taurid terjadi ketika partikel debu dari komet Encke memasuki atmosfer Bumi.

Fenomena ini terbagi menjadi dua jenis antara lain Taurid Selatan dan Taurid Utara, yang masing-masing memiliki periode aktivitas yang berbeda.

Baca Juga: Senang David Da Silva Kembali ke Persib Bandung, Ciro Alves Sebut Sang Striker 'Butuh Waktu'

Terdapat beberapa penyebab fenomena hujan meteor Taruid, antara lain:

1. Komet Encke

Hujan meteor Taurid berasal dari sisa-sisa debu yang ditinggalkan oleh komet Encke, yang memiliki periode orbit sekitar 3,3 tahun.

Ketika komet ini mendekati Matahari, ia melepaskan partikel debu dan gas, yang membentuk jalur di ruang angkasa.

 

2. Lintasan orbit bumi

Setiap tahun, pada waktu tertentu, Bumi melintasi jalur orbit di mana debu dari komet Encke berada.

Ini biasanya terjadi antara akhir September hingga awal Desember, dengan puncak aktivitas pada 4-5 November untuk Taurid Selatan dan 11-12 November untuk Taurid Utara.

Proses terjadinya hujan meteor Taurid

1. Masuknya partikel ke atmosfer

Ketika Bumi melewati jalur debu, partikel-partikel kecil ini masuk ke atmosfer dengan kecepatan tinggi, biasanya sekitar 65.000 km/jam.

 

2. Pembakaran partikel

Ketika partikel debu tersebut memasuki atmosfer, mereka mengalami gesekan dengan udara.

Proses ini menghasilkan panas yang cukup untuk membakar partikel, menciptakan cahaya yang kita lihat sebagai meteor.

 

3. Tampilan meteor

Meteor yang terlihat saat hujan meteor dapat bervariasi dalam intensitas dan warna, tergantung pada komposisi partikel yang terbakar.

Meteor yang lebih besar dapat menghasilkan kilatan yang lebih terang, sementara yang lebih kecil mungkin hanya terlihat sebagai titik cahaya.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.