Akurat

Ini Hal-hal yang Bikin CV Tidak Menarik, HRD Auto Skip

Yohanes Antonius | 21 Oktober 2024, 19:02 WIB
Ini Hal-hal yang Bikin CV Tidak Menarik, HRD Auto Skip

AKURAT.CO Curriculum Vitae (CV) merupakan kunci pertama dalam mendapatkan perhatian dari perekrut.

CV yang menarik dan efektif dapat meningkatkan peluangmu untuk dipanggil ke tahap wawancara.

Namun, banyak pelamar kerja yang secara tidak sadar membuat kesalahan-kesalahan yang membuat CV mereka kurang menarik di mata perekrut.

Berikut beberapa hal yang bisa membuat CV kamu terkesan kurang profesional dan menarik, seperti dikutip dari berbagai sumber (Senin, 21/10/2024):

1. Format berantakan dan tidak konsisten

CV dengan tampilan yang tidak teratur atau berantakan membuat perekrut kesulitan menemukan informasi penting.

Format yang tidak konsisten, seperti penggunaan font yang berbeda-beda, ukuran font yang tidak seragam atau pengaturan margin yang tidak simetris akan mengurangi kesan profesional.

CV yang rapi dan mudah dibaca akan memberikan kesan bahwa kamu orang yang terorganisir dan detail oriented.

2. Informasi terlalu panjang atau tidak relevan

Perekrut biasanya hanya menghabiskan beberapa detik untuk meninjau setiap CV, sehingga menyertakan informasi yang tidak relevan atau terlalu panjang bisa membuat mereka kehilangan minat.

Pastikan CV kamu singkat, padat dan relevan dengan posisi yang dilamar.

Hindari memasukkan pengalaman kerja yang tidak berhubungan atau deskripsi tugas yang terlalu detail.

Baca Juga: Apple Belum Hadirkan Fitur Penting Ini pada iPhone 16

3. Penggunaan bahasa buruk

Kesalahan tata bahasa atau ejaan yang salah merupakan tanda bahwa kamu tidak memperhatikan detail, yang bisa memberi kesan buruk kepada perekrut.

Pastikan untuk selalu memeriksa ejaan dan tata bahasa sebelum mengirim CV.

Kamu juga bisa meminta bantuan orang lain untuk mengecek CV kamu.

4. Tidak menyertakan kata kunci

Banyak perusahaan menggunakan sistem pelacakan pelamar (Applicant Tracking Systems/ATS) untuk memfilter CV berdasarkan kata kunci tertentu.

Jika CV kamu tidak mengandung kata kunci yang relevan dengan deskripsi pekerjaan, besar kemungkinan CV-mu tidak akan sampai ke meja HRD.

Pastikan untuk membaca deskripsi pekerjaan dengan baik dan menyertakan kata kunci yang sesuai.

5. Deskripsi tugas, bukan pencapaian

Banyak pelamar hanya mencantumkan tugas-tugas yang mereka lakukan dalam pekerjaan sebelumnya tanpa menyebutkan pencapaian spesifik.

Padahal, pencapaian konkret seperti peningkatan penjualan, proyek yang berhasil, atau penghargaan yang diraih akan lebih menarik perhatian perekrut.

Fokuslah pada hasil dan dampak yang kamu berikan pada pekerjaan sebelumnya.

6. Tidak ada struktur jelas

CV yang tidak memiliki struktur atau alur logis akan membuat perekrut kesulitan mengikuti pengalaman kerja dan latar belakang pendidikanmu.

Pastikan ada urutan yang jelas dan logis. Misalnya dengan mengurutkan pengalaman kerja dari yang terbaru hingga yang paling lama.

Atau menyusun bagian-bagian penting seperti ringkasan diri, pengalaman dan keterampilan secara teratur.

7. Terlalu umum

CV yang terlalu umum tanpa menyesuaikan dengan posisi yang dilamar bisa terkesan kurang menarik.

Perekrut ingin melihat bahwa kamu memiliki keterampilan dan pengalaman yang relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan.

Selalu sesuaikan CV untuk setiap posisi yang kamu lamar dan sesuaikan konten agar sesuai dengan deskripsi pekerjaan.

8. Tidak menyertakan profil

Di era digital ini, banyak perekrut yang memeriksa profil media sosial atau LinkedIn calon pelamar.

Jika kamu tidak menyertakan tautan ke profil LinkedIn atau media sosial profesional lainnya, kamu bisa kehilangan peluang untuk menunjukkan dirimu lebih baik.

Pastikan profil LinkedIn atau media sosial profesionalmu update dan konsisten dengan CV-mu.

Baca Juga: Jurnalis Bhakti Bangsa Gelar 'Sekolah di Alam' untuk Anak-anak Penghuni Kolong di Jakarta Utara

9. Penggunaan foto tidak tepat

Beberapa perusahaan tidak membutuhkan foto dalam CV, tetapi jika kamu memutuskan untuk menyertakan foto, pastikan foto tersebut profesional.

Hindari foto yang diambil secara informal atau yang tidak mencerminkan kesan profesional.

10. Kontak tidak lengkap

Informasi kontak yang tidak lengkap atau salah akan menghalangi perekrut untuk menghubungi kamu.

Pastikan alamat email, nomor telepon, dan informasi kontak lainnya benar dan mudah dihubungi.
Sebaiknya gunakan alamat email yang profesional.

Hindari menggunakan nama email yang tidak sesuai seperti nama panggilan atau username lucu. (Maulida Sahla Sabila)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
W
Editor
Wahyu SK