Apa Itu Doom Spending? Fenomena Viral Dialami Z yang Bisa Memicu Kemiskinan

AKURAT.CO Generasi Z (kelahiran 1997-2012) diperkirakan akan menghadapi fenomena yang dikenal sebagai doom spending.
Fenomena doom spending muncul sebagai respons terhadap tekanan ekonomi, ketika seseorang menghabiskan uang secara impulsif untuk meredakan stres akibat rasa pesimis terhadap kondisi ekonomi dan masa depannya.
Walaupun bisa memberikan rasa lega sesaat, doom spending justru berpotensi memperparah masalah keuangan dalam jangka panjang.
Lantas, apa itu fenomena doom spending yang cenderung akan dialami Gen Z?
Apa itu fenomena Doom Spending
Dikutip dari berbagai sumber, Jumat (27/9/2024), mengeluarkan uang secara impulsif atau berlebihan saat seseorang merasa stres atau cemas adalah perilaku yang sering muncul selama masa-masa ekonomi sulit, seperti krisis global, masalah pribadi, atau pandangan suram terhadap masa depan.
Otak manusia cenderung mencari kesenangan dan menghindari rasa sakit, sehingga mengeluarkan uang untuk hal-hal yang diinginkan dapat memicu produksi hormon dopamin yang memberikan rasa bahagia.
Pelarian sementara ini dari stres dan kecemasan membuat seseorang terus belanja.
Beberapa faktor psikologis memicu perilaku ini, salah satunya adalah pencarian kepuasan instan.
Baca Juga: Jadwal Salat Wilayah Bandung Raya Hari Ini, Jumat 27 September 2024
Selain itu, doom spending juga dipengaruhi oleh media sosial yang sering menampilkan gaya hidup mewah dan kesuksesan orang lain.
Perbandingan diri dengan orang lain menciptakan tekanan sosial untuk bersaing, sehingga seseorang bisa menghabiskan uang melebihi kemampuannya demi memenuhi ekspektasi tersebut.
Ciri-ciri doom spending
Beberapa ciri doom spending antara lain:
- Melakukan pembelian secara impulsif tanpa memikirkan dampak jangka panjang.
- Menjadikan belanja sebagai cara untuk mengatasi tekanan finansial.
- Mengesampingkan tabungan atau investasi untuk masa depan.
- Membenarkan pengeluaran berlebih dengan pemikiran "hidup hanya sekali" (YOLO).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









