Akurat

Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2024, Ajang Bergengsi Tumbuhkan Kebanggaan dan Rasa Cinta Batik bagi Generasi Muda

Rahman Sugidiyanto | 13 Agustus 2024, 21:45 WIB
Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara 2024, Ajang Bergengsi Tumbuhkan Kebanggaan dan Rasa Cinta Batik bagi Generasi Muda

AKURAT.CO Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN), bersama Jeeves Indonesia dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, kembali mengadakan Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2024.

Ajang pemilihan duta nasional yang bergengsi ini telah diadakan untuk ke-10 kalinya, menjadikannya sebagai arena perang bintang bagi duta wisata daerah.

Sebagai informasi Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) didirikan pada tahun 2011, adalah organisasi yang fokus pada pelestarian, pengembangan, dan promosi batik sebagai warisan budaya Indonesia. IPBN mencakup teknik tradisional, inovasi desain modern, serta upaya edukasi dan pelestarian batik.

Organisasi ini berperan sebagai penghubung antara tradisi dan modernitas, berkomitmen untuk menjaga keaslian batik sambil memperkenalkan dan mengembangkannya di tingkat global.

Ketua Umum IPBN, Ayu Dyah Pasha, menjelaskan bahwa selama pandemi COVID-19, IPBN menunjukkan kepedulian terhadap kondisi global dan memutuskan untuk hiatus selama 4 tahun.

“Namun hal ini tidak menyurutkan semangat IPBN untuk melanjutkan program-program pembinaan dan pemberdayaan generasi muda seperti Pemilihan PPBN, untuk dididik menjadi panutan serta ujung tombak pelestarian budaya bangsa,” kata Ayu.

Dengan slogan “Muda, Gaya, Berbudaya,” PPBN 2024 berfungsi sebagai panggung untuk menampilkan budaya Nusantara, khususnya batik, dan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan berbagai jenis batik Nusantara, termasuk batik Bali yang diangkat kembali dalam acara ini.

Sejak batik Indonesia diakui oleh UNESCO sebagai “Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” pada 2 Oktober 2009, berbagai daerah dari Sabang hingga Merauke telah memiliki corak batiknya sendiri.

Dr. Sapta Nirwandar, inisiator, pendiri, dan Dewan Pembina IPBN, menyatakan bahwa sebagai bagian dari warisan budaya bangsa, batik harus terus dilestarikan, terutama oleh generasi muda, agar tidak tergerus oleh kemajuan zaman dan teknologi.

“Dengan mengintegrasikan aspek budaya ke dalam produk ekonomi kreatif, batik menjadi alat untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke generasi muda dan pasar internasional. Kreativitas dan inovasi yang muncul dari generasi muda, harapannya tidak hanya bermanfaat untuk lestarinya batik, namun berdampak pula pada perekonomian nasional,” ungkap Dr. Sapta Nirwandar.

Sementara itu, Pemilihan Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) adalah kompetisi yang bertujuan mencari duta untuk mempromosikan batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Kompetisi ini mengutamakan pengetahuan, kecintaan, dan kemampuan dalam mempromosikan batik.

Diselenggarakan oleh Ikatan Pencinta Batik Nusantara sejak 2011 dan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, PPBN memasuki tahun penyelenggaraan ke-10 dan terus mengajak generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya bangsa.

Setelah pemilihan nanti, PPBN akan bertugas sebagai fasilitator, edukator, inovator, serta Key Opinion Leader (KOL) untuk mengenalkan, mengajarkan, dan melestarikan batik nusantara di Indonesia dan mancanegara. Sejak 2011, ketika ajang PPBN digelar perdana, sudah lebih dari 25 negara dijelajahi oleh PPBN untuk melakukan workshop membatik, seminar, konferensi, serta peragaan busana batik kelas dunia.

Dengan tugas dan tanggung jawab yang besar, IPBN akan menyeleksi generasi muda Indonesia yang berusia 18-27 tahun, telah lulus SMA, berpenampilan menarik, memiliki wawasan tentang batik, cerdas, memiliki bakat performing arts, bermoral dan berkepribadian Indonesia, serta leadership, aktif di media sosial, menguasai bahasa asing, dan memiliki tinggi badan minimal 172 cm (putra) dan 165 cm (putri) untuk menjadi bagian dari misi mulia PPBN untuk batik.

Pendaftaran online akan berlangsung pada 13 Agustus–15 September 2024, dilanjutkan dengan audisi pada 28 September 2024. Finalis terpilih akan menjalani karantina di Jakarta pada 21–27 Oktober 2024 mendatang.

Seluruh masyarakat Indonesia dapat menyaksikan proses terpilihnya PPBN 2024 secara livestreaming di kanal YouTube Official Putra Putri Batik Nusantara, dengan menyaksikan sashing ceremony (upacara penyematan finalis), Batik Advocacy Show di mana para finalis akan membawa misi tentang batik daerahnya masing-masing, serta Batik Preliminary Night di mana para finalis akan unjuk bakat dan diuji kemampuan persuasinya.

Setelah melewati seluruh proses seleksi yang ketat, para finalis akan mengikuti Batik Coronation Night (Malam Final) di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf RI pada 26 Oktober 2024, di mana seluruh Finalis PPBN 2024 akan berjuang untuk menjadi yang terbaik sebagai agent of provocatory yang akan mempromosikan batik, baik di dalam maupun luar negeri.

Para pemenang Putra dan Putri Batik Nusantara 2024 akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai Rp50 juta, Rp25 juta, dan Rp15 juta masing-masing bagi pemenang 1, 2, dan 3.

Pemenang favorit dan berbakat akan mendapatkan uang tunai masing-masing senilai Rp10 juta, serta pemenang persahabatan yang akan dipilih dari voting sesama finalis akan mendapatkan Rp5 juta.

Penghargaan lainnya termasuk beasiswa S2 di LSPR Communication & Business Institute untuk pemenang 1 putra dan putri serta kesempatan untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia melalui berbagai kegiatan di dalam dan luar negeri.

Selain berkeliling dunia untuk mempromosikan dan mengajarkan batik, PPBN melakukan beberapa aksi nyata lainnya, seperti GBMN (Gerakan Batik Muda Nusantara) yang merupakan event promosi batik bagi kawula muda.

GBMN rencananya tahun depan akan dipopulerkan menjadi “TIKFEST” (festival batik muda pertama dan terbesar di Indonesia).

GBMN sudah 8 kali diselenggarakan sejak tahun 2012 sebagai tugas dan kerja sama dari para pemenang dan finalis per angkatan.

Aksi nyata lainnya, PPBN telah mengedukasi setidaknya 3.000 generasi muda Indonesia dan ASEAN untuk belajar membatik.

PPBN juga membina kerja sama dengan berbagai entitas, termasuk kedutaan besar negara sahabat di Indonesia, seperti Kedubes Swiss, Jepang, dan Spanyol.

Pemilihan PPBN merupakan kegiatan yang berdampak positif dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya batik dan peranannya sebagai identitas budaya bangsa.

Oleh karena itu, berbagai entitas senantiasa memberikan dukungan terbaiknya untuk PPBN, termasuk Bakti Budaya Djarum Foundation dan Taman Mini Indonesia Indah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.