Impian yang Kita Miliki Adalah Tanggung Jawab Kita Sendiri Bukan Orang Lain

AKURAT.CO Mimpi kita adalah tanggung jawab kita sendiri.
Bukan tanggung jawab orang tua kamu, saudara kamu, sahabat kamu, mentor kamu atau bahkan mungkin atasan kamu.
Yang tahu.... apa yang bisa membuat kamu BAHAGIA adalah diri kamu sendiri.
Contoh kasusnya seperti paman yang berjanji akan menguliahkan kita,,, karena kita sendiri tidak punya dana untuk kuliah. Jika janji itu tepat, bersyukur. Tapi jika janji itu tak kunjung datang, kamu mau diam saja terus menunda kuliah berharap ada bantuan??
Awalnya kita berpikir....apakah bisa kita mempercayakan mimpi kita pada orang lain, pada seseorang yang dianggap mampu dan ahli dibidangnya.
Kita percaya dia bisa mengabulkan semua yang kita inginkan.
Ternyata tidak, jika kita gagal, kita sendirilah yang menanggungnya tapi jika kita berhasil....mereka baru mengakui kita sebagai saudara, teman, dsb.
Jika mimpi ini,,,,kita percayakan pada orang lain. Lalu prioritas ke berapakah mimpi kita di dalam listnya,,,,
Misal : Mimpi kita (Mimpi B) kita percayakan pada C bahwa dia bisa mengabulkannya.
List prioritas hidup si C (dia akan lebih mendahulukan)
1. Mimpi C
2. Mimpi istri si C
3. Mimpi orang tua si C
4. Mimpi anak si C
5. Mimpi ponakan si C
6. Mimpi tante si C
7. Mimpi B (cita-cita kita sendiri)
Bertanggung jawablah pada mimpimu sendiri. Jika gagal kau tidak menyalahkan orang lain dan jika berhasil, keberhasilanmu tidak DIAKUI orang lain.
Inilah realita hidup, hidup tidak sebaik itu, hidup itu kejam jadi kamu harus kuat.
Baca Juga: Sederet Negara Impian Mahasiswa Indonesia, Cek Biayanya!
Kamu harus KUAT supaya kamu tidak ada tenaga BALAS DENDAM pada hidup yang KEJAM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









