Ternyata Sosok Inilah yang Pertama Kali Pencetus THR di Tahun 1950

AKURAT.CO Tunjangan Hari Raya (THR) biasanya sangat dinantikan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tunjangan Hari Raya (THR) telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dalam lingkungan kerja di Indonesia. Namun, tahukah Anda siapa sosok yang menjadi pencetus kebijakan bersejarah ini?
Sosok pencetus THR
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (1/4/2024), konsep pemberian THR atau pesangon hari raya kepada karyawan sudah ada sejak awal 1950-an.
Inisiatif tersebut berasal dari Perdana Menteri Indonesia dari Partai Masyumi, Soekiman Wirjosandjojo, yang saat itu menjabat sebagai menteri dan ketua kabinet.
Salah satu program kerja kabinet tersebut adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para pegawai dan aparatur negara yang saat itu dikenal sebagai pamong pradja atau PNS, melalui pemberian tunjangan.
Kebijakan ini awalnya mendapat respons beragam dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Tips Bijak Habiskan THR Pakai Rumus 10-20-60-10 dari Commonwealth
Para buruh kemudian melakukan aksi untuk menuntut pemerintah agar memberlakukan kebijakan yang sama bagi perusahaan swasta untuk memberikan bonus kepada para pekerjanya.
Para buruh yang merasa turut serta dalam kontribusi terhadap perekonomian nasional, mendesak pemerintah untuk memberlakukan kebijakan yang sama di sektor swasta.
Dalam tanggapan terhadap desakan tersebut, pemerintah kemudian menerbitkan peraturan yang mewajibkan perusahaan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya.
Sejak saat itu, istilah THR menjadi populer di Indonesia. Namun, pemberian THR tidak dilakukan secara langsung pada saat itu.
THR resmi diberlakukan beberapa tahun kemudian setelah pergantian rezim.
Pada masa Orde Baru, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor 04/1994 tentang THR Keagamaan bagi pekerja di perusahaan, yang memperkuat perlindungan hukum bagi pekerja terkait penerimaan THR.
Kemudian, pada masa Reformasi, peraturan tersebut diperbaharui melalui Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, yang salah satu isinya mengatur tentang pemberian THR.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









