Akurat

Mengenal Kratom, Tanaman Yang Dilarang Barantin Untuk Diekspor Indonesia

Sulthony Hasanuddin | 23 Oktober 2023, 15:02 WIB
Mengenal Kratom, Tanaman Yang Dilarang Barantin Untuk Diekspor Indonesia

AKURAT.CO Tanaman Kratom saat ini sedang menjadi trending di Google Indonesia. Pasalnya, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melarang soal rencana dibukanya ekspor tanaman tersebut.

Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan, Adnan, menyatakan Indonesia masih belum diperbolehkan untuk ekspor kratom lantaran masih memerlurkan penelitian khusus dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menurut Adnan, BRIN masih harus memastikan apakah kratom layak dikonsumsi atau tidaknya.

"Berdasarkan dari BRIN itu bilang dibutuhkan penelitian lebih lanjut soal kratom. Jadi kita menunggu itu karena jangan sampai kita mengiyakan yang satu dengan yang lain," katanya di Jakarta pada Jumat (20/10/2023).

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Budi Santoto, mengatakan, kratom diperbolehkan untuk diekspor jika memang terdapat permintaan.

"Kratom itu kan bebas ekspor, boleh bebas saja," ujarnya di ICE BSD, Tangerang.

Lalu apa itu tanaman kratom?

Dikutip dari laman Badan Narkotika Nasional (BNN), kratom adalah tanaman asli Indonesia yang tumbuh di sekitar hutan Kalimantan.

kratom termasuk ke dalam kelas tumbuhan Rubiaceae dan masih berada dalam satu keluarga tanaman kopi. Daun itu juga tumbuh di Thailand, Malaysia dan Papua Nugini.

Kratom tumbuh di daerah dengan tanah yang sedikit basah. Tanaman tersebut tumbuh berbentuk pohon perdu dengan tinggi mencapai kurang lebih 15 meter dengan cabang menyebar lebih dari 4,5 meter.

Baca Juga: Aktor Korea Inisial L Terjerat Kasus Narkoba, Benarkah Lee Sun Kyun?

Tanaman kratom memiliki batang yang lurus dan bercabang, dengan bunga kuning dan berkelompok berbentuk bulat.

Kratom sendiri memiliki warna hijau gelap dan mengkilap, halus dan berbentuk bulat telur melancip. Daun itu dapat tumbuh sepanjang lebih dari 18 centimeter dan lebar 10 centimeter.

Kratom memiliki nama latin Mitragyna speciousa itu disebut juga dengan daun ketum oleh masyarakat sekitar. Dikenal sebagai tanaman herbal yang dimanfaatkan untuk mengatasi batuk, diare, diabetes, pereda sakit dan masih banyak lagi.

Jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, daun kratom akan memberi efek sedatif atau menenangkan.

Sementara, masyarakat tradisional di Thailand dan Malaysia percaya bahwa khasian daun kratom adalah sebagai penambah energi, stamina, dan mengatasi kelelahan.

Untuk warga lokal Kalimantan biasa menggunakan daun krato, sebagai pereda rasa sakit.

Baca Juga: Alasan Trenggiling Hampir Punah, Diburu Manusia Untuk Buat Narkoba Jenis Sabu

Di Amerika Serikat, daun kratom digunakan sebagai obat rekreasional dan obat opioid yang mudah dibeli dalam bentuk ekstrak, bubuk atau suplemen.

Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencekal penggunaan daun kratom di beberapa negara bagian.

Menurut mereka, kratom memiliki masalah keamanan dan efek samping daun kratom yang menurut penelitian sementara dapat menyebabkan kecanduan, sakau hingga anorexia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.