Akurat

Tren Live E-Commerce Pakai Streamer AI, Peran Manusia Semakin Memudar?

Rahma Maulidia | 19 Oktober 2023, 09:50 WIB
Tren Live E-Commerce Pakai Streamer AI, Peran Manusia Semakin Memudar?

AKURAT.CO Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengalami perkembangan yang pesat di era digital saat ini.

Bahkan, penggunaan AI telah menjadi tren populer di kalangan industri e-commerce di China.

Peran AI yang diciptakan untuk melakukan live streaming tengah menjadi fenomena yang digemari oleh para penjual. Streamer AI ini merupakan replika atau kloningan dari streamer asli.

Keunggulan utama dari penggunaan streamer AI e-commerce adalah kemampuannya untuk berinteraksi dan berjualan secara aktif selama 24 jam dalam seminggu.

Tak hanya itu, AI juga memiliki kemampuan untuk memberikan penawaran diskon yang menarik hingga larut dini hari.

Streamer AI yang terkenal di China adalah buatan dari sejumlah perusahaan teknologi China sejak tahun 2022. Hal ini bertujuan untuk menawarkan jasa pembuatan avatar deepfake untuk live di e-commerce.

Terdapat salah satu perusahaan China yang melihat potensi AI sebagai alat streaming langsung pada tahun 2020.

Pada awalnya, perusahaan ini memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk menciptakan kloningan digital atau AI yang menyerupai manusia.  

Berkat kemajuan teknologi, perusahaan mampu menghasilkan kloningan dalam waktu singkat, yaitu selama satu menit saja.

Jasa layanan untuk menghasilkan kloningan AI pun cenderung murah, pelanggan cukup membayar 1.100 dollar AS atau sekitar Rp17 juta. Namun, harga yang ditawarkan pun tergantung dengan tingkat kemampuan streamer AI.

Bagaimana cara kerja streamer AI?

Streamer AI dibuat melalui proses yang dimulai dengan pembuatan avatar. Kemudian mulut dan tubuh avatar akan bergerak sesuai dengan audio yang ditulis.

Avatar akan mengembangkan kemampuan bahasa dengan sendirinya setelah dibekali berbagai model bahasa.

Peran manusia hanya memasukkan informasi dasar seperti nama, harga produk, mengoreksi naskah dan menyaksikan streamer AI.

Adapun, streamer AI yang memiliki tingkat kecanggihan yang tinggi yaitu mampu membaca komentar secara langsung hingga menjawabnya.

Streamer AI memudarkan peran manusia?

Live streaming pada e-commerce menjadi hal yang besar di China. Hal ini karena siaran live bisa menghasilkan pendapatan hingga miliaran dolar dalam semalam.

Namun, keberadaan streamer AI dinilai akan mengganggu pekerjaan manusia yang melakukan pekerjaan siaran live.

Streamer AI juga disebut telah mengancam 400.000 orang yang melakukan siaran live melalui beberapa platform di China.

Pasalnya, biaya streamer AI diketahui lebih rendah dibandingkan dengan manusia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK