4 Cara Menolak Ajakan Nongkrong, Enggak Bikin Kecewa

AKURAT.CO Persahabatan di masa remaja adalah periode yang penuh dengan keberagaman pengalaman.
Terdapat berbagai momen berkesan yang kita bagikan bersama teman-teman terdekat, termasuk di antaranya saat berkumpul bersama.
Namun, ada saat-saat ketika kita perlu mengambil keputusan untuk menolak tawaran untuk berkumpul dari teman-teman kita. Menolak dengan taktik yang sopan dan bijak sangat penting untuk menghindari melukai perasaan teman kita.
Menolak ajakan untuk berkumpul mungkin membuat kita merasa kurang nyaman, terutama jika teman kita sangat antusias dalam mengajak kita bergabung. Meskipun begitu, penting untuk diingat bahwa kita memiliki hak untuk menolak tanpa merasa bersalah.
Untungnya, ada beberapa metode yang dapat kita terapkan untuk menolak ajakan untuk berkumpul dengan tegas dan jelas tanpa mengecewakan teman kita.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Tempat Nongkrong Dekat MRT
1. Berikan alasan jelas dan jujur
Memberikan alasan yang jelas dan jujur mengapa kita tidak bisa menerima ajakan nongkrong tersebut. Berikan penjelasan secara gamblang tentang situasi yang membuat kita sulit untuk hadir.
Misalnya karena ada acara keluarga mendadak, ada tugas kuliah yang harus diselesaikan, atau punya janji dengan orang lain. Apapun alasannya, sampaikan dengan jujur agar teman kita mengerti. Jika kita memberikan alasan yang tidak jelas atau bahkan berbohong, teman kita pasti akan kecewa. Kejujuran dalam berteman sangat penting untuk menjaga kepercayaan.
2. Bersikap lebih positif pada teman
Meski menolak ajakan nongkrong dari teman, kita tetap harus bersikap positif dalam merespons. Jangan sampai terlihat tidak antusias atau tidak peduli. Tunjukkan sikap ramah dan bersahabat seperti biasa.
Dengan respons positif seperti ini, teman kita pasti mengerti bahwa kita menolak ajakannya bukan karena tidak menyukainya. Persahabatan yang erat tetap bisa terjalin meski kadang ada penolakan ajakan. Yang penting tetap tunjukkan sikap positif dan kepedulian yang tulus.
Meski terpaksa mengatakan tidak atau gak, yang terpenting tetap menjaga rasa persahabatan dengan berbagai cara positif. Dengan penyampaian penolakan yang santun dan memberikan alternatif lain, diharapkan teman kita tetap merasa dihargai dan persahabatan tetap terjalin erat. Tentu saja, lain waktu kita juga harus menerima undangannya lagi untuk nongkrong bersama.
Baca Juga: Kurangi Nongkrong! Lakukan 5 Tips Ini Agar Cepat Menemukan Judul Skripsi
3. Berikan alternatif jawaban yang jelas
Meski menolak ajakan nongkrong dari teman, kita tetap harus menunjukkan niat baik untuk tetap menjalin hubungan pertemanan dengan cara memberikan alternatif lain. Misalnya dengan mengajak teman kita nongkrong di lain waktu atau melakukan aktivitas lain bersama.
Dengan memberikan alternatif pengganti yang lebih fleksibel, teman kita akan tahu bahwa kita masih ingin menghabiskan waktu bersamanya. Kita dapat mengajaknya nongkrong di akhir pekan mendatang atau melakukan aktivitas santai lain seperti jalan-jalan atau nonton film di bioskop.
4. Ucapkan terima kasih dan meminta maaf
Ketika mendapatkan undangan dari teman untuk bersantai, ada beberapa langkah penting yang bisa diambil untuk merespons dengan sopan. Salah satunya adalah dengan mengungkapkan rasa terima kasih. Ungkapan terima kasih adalah cara yang baik untuk menunjukkan penghargaan terhadap undangan tersebut.
Dengan memberikan ucapan terima kasih, kita mengindikasikan bahwa kita menghargai teman kita dan senang menerima undangan tersebut.
Selain itu, kita juga bisa mengemukakan permintaan maaf jika kita tidak dapat menghadiri ajakan tersebut. Dengan meminta maaf, teman kita akan lebih memahami situasi kita dan tahu bahwa kita tidak bermaksud untuk melukai perasaannya.
Permintaan maaf juga memainkan peran penting dalam menjaga hubungan persahabatan tetap baik. Meskipun kita mungkin harus menolak undangan, penting untuk tetap menjaga hubungan yang positif dengan teman kita. (Ridho Hatmanto)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









