Akurat

10 Hal Yang Tidak Perlu Ada Dalam CV

| 12 September 2023, 16:00 WIB
10 Hal Yang Tidak Perlu Ada Dalam CV

AKURAT.CO, Curriculum Vitae (CV) adalah dokumen kunci dalam mencari pekerjaan. Dokumen ini adalah kesempatan untuk mempromosikan diri kepada perekrut yang membuat penting untuk menyusun CV dengan cermat.

Banyak panduan tentang apa yang sebaiknya ada dalam CV, tetapi tidak begitu banyak yang membahas hal-hal yang sebaiknya tidak ada. Berikut ini hal-hal yang tidak perlu ada dalam CV agar dapat menghindari potensi kesalahan yang dapat merugikan peluang pekerjaan Anda.

Baca Juga: 5 Tips Jitu Menyusun CV Untuk Fresh Graduate, Mudah Banget!

Hal-Hal yang Tidak Perlu Ada dalam CV

Informasi Pribadi yang Terlalu Detail

Saat Anda menyusun CV, adalah umum untuk mencantumkan informasi pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan alamat email. Namun, sebaiknya Anda tidak menyertakan informasi pribadi yang terlalu detail seperti nomor KTP, nomor rekening bank, atau nomor asuransi sosial. Informasi semacam ini dapat digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk kegiatan ilegal.

Foto Diri

Sementara di beberapa negara, menambahkan foto dalam CV mungkin menjadi praktik yang umum, di tempat lain, ini bisa menjadi hal yang tidak diperlukan. Terlepas dari kebiasaan lokal, sebaiknya Anda tidak menyertakan foto dalam CV Anda kecuali diminta oleh perusahaan yang Anda lamar. Foto dapat memicu prasangka dan diskriminasi yang tidak seharusnya ada dalam proses seleksi.

Riwayat Kesehatan yang Terlalu Detail

Anda mungkin memiliki masalah kesehatan yang perlu Anda sampaikan kepada pemberi kerja, tetapi sebaiknya ini dibahas di tahap wawancara atau setelah Anda diterima. Tidak perlu mencantumkan riwayat kesehatan yang terlalu rinci dalam CV Anda, seperti riwayat penyakit, pengobatan, atau riwayat rawat inap. Ini adalah informasi yang bersifat pribadi dan biasanya tidak relevan dengan kemampuan Anda dalam bekerja.

Alasan Meninggalkan Pekerjaan Lama

CV Anda adalah tempat untuk menyoroti prestasi dan kualifikasi Anda, bukan tempat untuk menjelaskan alasan Anda meninggalkan pekerjaan terdahulu. Alasan-alasan pribadi atau konflik di tempat kerja sebaiknya tidak disertakan dalam CV. Ini adalah topik yang dapat dibahas di wawancara jika diperlukan.

Hobi dan Minat yang Tidak Relevan

Saat Anda mencantumkan hobi dan minat dalam CV Anda, pastikan mereka relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Jika Anda melamar posisi akuntan, misalnya, mungkin tidak perlu menyebutkan hobi bermain musik, kecuali jika itu memiliki relevansi yang langsung terkait dengan pekerjaan tersebut. Sebaiknya berfokus pada keterampilan dan pengalaman yang dapat meningkatkan peluang Anda mendapatkan pekerjaan.

Informasi tentang Gaji

Mengungkapkan informasi tentang gaji yang Anda harapkan atau yang Anda terima di pekerjaan sebelumnya sebaiknya tidak ada dalam CV Anda. Ini adalah topik yang lebih baik untuk dibahas setelah Anda telah diwawancarai dan mengetahui lebih banyak tentang pekerjaan yang Anda lamar. Fokuslah pada kualifikasi Anda dan bagaimana Anda dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Referensi atau Surat Rekomendasi

Saat Anda menyusun CV, tidak perlu menyertakan daftar referensi atau surat rekomendasi. Ini adalah informasi yang dapat disediakan saat diminta oleh pemberi kerja selama atau setelah wawancara. Gunakan ruang yang terbatas dalam CV Anda untuk lebih menonjolkan pengalaman dan kualifikasi Anda.

Informasi Pribadi yang Tidak Relevan

Informasi pribadi seperti status pernikahan, jumlah anak, atau agama sebaiknya tidak disertakan dalam CV Anda, kecuali itu memiliki relevansi langsung dengan pekerjaan yang Anda lamar. Pemberi kerja biasanya tidak membutuhkan informasi pribadi semacam ini dan bisa menganggapnya tidak sesuai.

Kesalahan dalam Pekerjaan

Kesalahan dalam pekerjaan atau kehidupan pribadi adalah bagian alami dari pengalaman manusia. Namun, menyertakan informasi tentang kesalahan Anda dalam CV bukanlah pendekatan yang bijaksana. Fokuslah pada prestasi dan keterampilan yang Anda miliki daripada kesalahan yang pernah Anda buat.

Detail Kontak Rekruter Sebelumnya

Jika Anda pernah bekerja di perusahaan yang tidak ingin dihubungi oleh rekruter, sebaiknya tidak mencantumkan detail kontak mereka dalam CV Anda. Ini dapat memberikan sinyal negatif kepada pemberi kerja baru bahwa ada masalah di pekerjaan sebelumnya. 

Dalam menjaga CV Anda tetap profesional dan efektif, hindari mencantumkan informasi yang tidak perlu atau pribadi yang tidak relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Ingatlah bahwa CV adalah alat untuk menjual diri kepada pemberi kerja, sehingga fokuslah pada prestasi, keterampilan, dan kualifikasi yang dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.