Akurat

Pentingnya Personal Branding, Berikut Perbedaan Dengan Pencitraan

Wahyu SK | 11 September 2023, 18:01 WIB
Pentingnya Personal Branding, Berikut Perbedaan Dengan Pencitraan

 

AKURAT.CO Pendiri Corporate Escape Artist, Caroline Castrillon, mendefinisikan personal branding merupakan sebuah kombinasi unik dari keterampilan dan pengalaman yang membentuk siapa diri kita.

Secara sederhana, personal branding merupakan seni membentuk persepsi orang lain terhadap diri sendiri. Pada dasarnya persepsi orang lain merupakan hal yang tidak dapat diatur, namun dengan personal branding seseorang dapat mengarahkan persepsi orang lain.

Mengapa Personal Branding Penting?

Personal branding menjadi tahapan yang sangat penting untuk mengukir karier. Hal yang akan didapatkan ketika melakukan tahapan personal branding sebagai berikut.

1. Kepercayaan

Kepercayaan orang lain terhadap diri sendiri tidak bisa didapatkan dengan cepat dan mudah. Menumbuhkan rasa percaya dari orang lain terhadap diri sendiri membutuhkan waktu untuk membuktikan dan konsistensi.

Oleh karena itu, personal branding sangat berguna untuk membangun sebuah kepercayaan orang lain terhadap diri sendiri.

2. Kesempatan

Seseorang akan mendapatkan kesempatan jika dipercaya untuk menjalaninya. Jika seseorang menggunakan kesempatannya dengan baik, tidak menutup kemungkinan dirinya akan menciptakan kesempatan serupa untuk orang lain.

Kesempatan merupakan hal yang membuktikan jika personal branding adalah tahapan yang penting karena kesempatan lebih senang dating kepada mereka yang siap dan terlihat lebih siap.

Perbedaannya dengan Pencitraan

Personal branding dan pencitraan memiliki tujuan umum yang sama yaitu sama-sama memperkenalkan, mempromosikan, serta menunjukan bagaimana dan siapa tentang diri sendiri. Tentu keduanya memiliki perbedaan.

Perbedaan yang pertama adalah jika personal branding berisi tentang nilai yang ada pada diri sendiri dan sebagai refleksi sebenarnya dari diri sendiri, maka dalam pencitraan tidak terdapat keduanya.

Pencitaan tidak berisi nilai dan refleksi diri sendiri karena biasanya seseorang yang melakukan pencitraan hanya menunjukan sesuatu sesuai dengan tren di masyarakat.

Selanjutnya personal branding merupakan branding apa adanya terhadap kemampuan, keterampilan dan pengalaman yang dimiliki untuk mengarahkan stigma dan persepsi masyarakat, sedangkan pencitraan tidak demikian.

Pencitraan hanya merupakan hasrat untuk menonjolkan persepsi yang baik kepada publik. Biasanya pencitraan dipraktekan dengan kebohongan dan secara berlebihan atau tidak apa adanya. (Sastra Yudha Muhidin)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK