Akurat

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow: Pengertian, Tingkatan Dan Manfaatnya

Eko Krisyanto | 11 September 2023, 17:16 WIB
Teori Hierarki Kebutuhan Maslow: Pengertian, Tingkatan Dan Manfaatnya

 

AKURAT.CO Sebagai makhluk hidup yang berada di muka bumi ini tentunya manusia harus bisa memenuhi kebutuhannya, baik itu kebutuhan pangan, sandang, pendidikan atau pengetahuan dan kebutuhan-kebutuhan lain.

Ada banyak hal yang berkaitan dengan kebutuhan manusia, di mana pun dia berada, baik itu kebutuhan yang diperlukan dalam keluarga, lingkungan maupun pendidikan. Seperti halnya istilah dari teori hierarki kebutuhan maslow.

Dikutip dari berbagai sumber pada Senin (11/9/2023), berikut penjelasan mengenai teori hierarki kebutuhan maslow.

Apa Itu Teori Hierarki Kebutuhan Maslow?

Teori hierarki ini merupakan suatu tingkatan atau susunan, sedangkan maslow menjelaskan bahwa manusia harus meenuhi kebutuhannya dari yang paling rendah terlebih dahulu sebelum naik ke tingkatan yang lebih tinggi. Sampai bisa mengaktualisasikan dirinya.

Teori ini berasal dari seorang teoritis Amerika yang bernama Abraham Maslow, yang mana Abraham Maslow beranggapan bahwa kebutuhan itulah yang menjadi landasan motivasi atas diri individu untuk melakukan kegiatan yang sekiranya dapat menopang diri dalam usaha memenuhi kebutuhannya.

Abraham Maslow, dalam teori hierarki yang dicetuskannya ini memiliki lima tingkatan yakni:

  1. Kebutuhan dasar atau fisiologi

Kebutuhan ini berkaitan dengan kebutuhan biologi maupun fisik seseorang, kebutuhan yang mendasar ini harus terlebih dahulu dipenuhi supaya manusia bisa bertahan hidup. Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan manusia akan oksigen, air, makanan, suhu tubuh yang normal, tidur, homeostasis, kebutuhan seksual dan semacamnya.

  1. Kebutuhan akan rasa aman

Rasa aman juga menjadi kebutuhan kedua dalam tingkatan teori hierarki, Abraham Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan rasa aman ini meliputi rasa aman secara fisik maupun emosional. Perlu diketahui, kadar kebutuhan pada tingkatan ini lebih banyak untuk usia rentang anak-anak karena anak-anak masih memiliki tingkat kewaspadaan yang rendah, sehingga pendampingan orang yang lebih tua sangat diperlukan.

  1. Kebutuhan sosial (rasa cinta, kasih sayang serta hak kepemilikan)

Ini berkaitan dengan aspek sosial yang ada di masyarakat. Seperti kebutuhan merasakan rasa cinta, kasih sayang, dan memiliki hak kepemilikan. Pada tingkatan ini Abraham Maslow menjelaskan alasannya kenapa seseorang harus bisa memenuhi kebutuhan ini, yaitu hal ini didasarkan pada kesepian, kesendirian, stres, serta kecemasan yang berlebihan.

  1. Kebutuhan mendapatkan penghargaan

Penghargaan yang dimaksud pada tingkatan ini ialah tidaklah selamanya bahwa penghargaan itu berupa piala atau hadiah. Tetapi penghargaan di sini berkaitan dengan kebutuhan penghargaan pada diri sendiri ataupun mendapatkan penghargaan dari orang lain, ketika kebutuhan ini terpenuhi maka seseorang akan secara otomatis merasakan penghormatan, rasa kepercayaan diri dan rasa kepercayaan orang lain.

  1. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri

Kebutuhan yang terakhir ini merupakan wujud dari sesungguhnya untuk mencerminkan harapan serta keinginan individu terhadap dirinya sendiri. Dalam teori Abraham Maslow,  yang menjadi tingkatan terakhir ialah aktualisasi diri yang berperan sebagai kebutuhan seseorang untuk memenuhi keinginannya.

Berikut gambaran dari Abraham Maslow terkait kebutuhan aktualisasi diri:

  • Acceptance and realism; seseorang yang berhasil memahami diri sendiri dan bisa menerima segala kenyataan, baik mengenai dirinya, orang lain, dan lingkungan.
  • Problem centering; pribadi yang suka tolong-menolong dengan sesama, dapat mencari solusi terbaik untuk masalahnya, motivasi untuk bertanggung jawab dan selalu mengedepankan etika.
  • Spontaneity; mampu bertindak spontan dan dapat beradaptasi dalam kondisi tertentu
  • Autonomy and solitude; memiliki tingkat kebebasan dan privasi yang lebih tinggi
  • Continued freshness of appreciation; orang yang berhasil mencapai aktualisasi diri akan memandang dunia dengan penuh rasa syukur serta kekaguman yang tiada tara. Seseorang akan bersyukur walaupun dengan menerima atau mengalami hal kecil, dan menjadikan segala kejadian sebagai motivasi dan inspirasi serta sumber kesenangan.
  • Peak experiences; memiliki puncak kesenangan yang biasa Abram Maslow sebut dengan suka cita. Seseorang akan memandang semua hal yang terjadi padanya dengan pandangan yang positif, setiap kejadian baik maupun buruk akan dijadikan sebagai pembelajaran, inspirasi, pengalaman dan kekuatan untuk menjadi lebih baik lagi.

Manfaat Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

Tingkatan-tingkatan kebutuhan yang dicetuskan oleh Abraham Maslow dalam teorinya ini, tentunya memiliki banyak sekali manfaat bagi semua orang yang mau dan mampu menerapkannya dalam memenuhi kebutuhannya.

Adapun manfaat dari teori hierarki kebutuhan maslow dalam memenuhi kebutuhan hidup adalah sebagai berikut:

  1. Teori psikologi yang bermanfaat untuk membentuk motivasi pada seseorang dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
  2. Teori ini juga dapat membantu guru dalam memahami siswa dan menciptakan lingkungan meningkatkan pembelajaran. Dalam hal ini berkaitan dengan tingkatan hierarki kebutuhan maslow tentang kebutuhan fisiologi atau rasa aman.
  3. Teori ini juga dapat memberikan solusi bagi berbagai maslah dan menumbuhkan rasa loyalitas kepada sesama dan manfaat lainnya.

Teori hierarki kebutuhan maslow ini masih relevan dengan generasi sekarang dengan menyesuaikan standar kebutuhan generasinya. Itulah pengertian, tingkatan dan manfaat dari teori hierarki kebutuhan maslow dalam kehidupan sehari-har.

Yuk mulai penuhi kebutuhan dasar untuk keberlangsungan kehidupan di lingkungan keluarga maupun sosial masyarakat. (Raodatuljanah)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK