AKURAT.CO, Setelah sempat viral dan berseliweran di media sosial, ternyata istilah Generasi Sandwich kerap melekat pada kaum milenial dan gen z. Istilah ini digambarkan dengan tekanan tanggung jawab dari sejumlah peran yang dijalani dalam hidup. Namun, sebenarnya apa makna dari Generasi Sandwich?
Generasi Sandwich merupakan seseorang yang memiliki tanggung jawab penuh untuk 3 generasi, mulai dari orang tua, diri sendiri, dan anaknya. Orang-orang yang termasuk ke dalam generasi ini juga bisa disebut sebagai tulang punggung keluarga. Dalam hal ini dirinya memiliki peran ganda yaitu untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.
Maka tidak salah jika posisi mereka diibaratkan seperti sandwich atau roti isi yang menghimpit keju, sayur, dan daging. Roti Sandwich ini dianalogikan sebagai orang tua yang berada di atas, sementara roti bagian bawah adalah anak. Generasi Sandwich berada ditengah dan terhimpit diantara orang tua dan anak/adik/kakak, yang mengharuskan dirinya bertanggung jawab atas dua roti atas dan bawah.
Meskipun tak ada rentang umur pasti yang menjadi pembatas, namun pada tahun 2019 TBroady menjelaskan, Generasi Sandwich diartikan sebagai individu yang membagi sumber daya mereka untuk anak dan orang tua dengan usia lanjut.
Sejarah Awal Istilah Generasi Sandwich
Mengutip artikel di laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), istilah Generasi Sandwich diperkenalkan pertama kali pada tahun 1981 oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat, Dorothy A. Miller. Dirinya mendefinisikan bahwa Generasi Sandwich adalah generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya.
Jadi penenkanan pada Generasi Sandwich semakin jelas terlihat pada tanggung jawab yang dimilikinya. Posisi generasi ini berada pada dua generasi, di atas dan dibawah usianya. Maka dari itu wajar saja jika hal ini diibaratkan dengan roti sandwich atau roti lapis.
Kategori Generasi Sandwich
Menurut artikel OJK, generasi ini dialami pria maupun wanita dengan rentang usia 30-40 tahun. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa batas atas rentang umur tersebut sampai usia 50 tahun. Berdasarkan rentang usianya, seorang Aging and Elder Care Expert (seniorliving.org), Carol Abaya mengkategorikan Generasi Sandwich menjadi tiga peran, yaitu:
1. The Traditional Sandwich Generation
Posisi ini berada pada orang dewasa berusia 40 hingga 50 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua dan anak-anak yang membutuhkan finansial.
2. The Club Sandwich
Rentang usia The Club Sandwich yaitu orang dewasa berusia 30 hingga 60 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua, anak, cucu, atau nenek kakek yang masih hidup.
3. The Open Faced Sandwich Generation
Kategori ini bisa dikatakan kepada siapapun yang terlibat dalam pengasuhan orang lanjut usia, namun bukan pekerja professional seperti pengurus panti jompo.
Dampak Generasi Sandwich
Menjadi Generasi Sandwich bukanlah hal yang mudah, karena dalam hal ini selalu memberikan kesulitan yang bisa memicu depresi. Kesempatan untuk membuat senang diri sendiri akan berkurang karena dalam pikiran mereka penuh dengan tanggung jawab kepada keluarga. Berikut merupakan dampak Generasi Sandwich , dilansir dari beberpa sumber.
1. Stress hingga depresi
Kesehatan mental Generasi Sandwich akan mudah terganggu karena rentan mengalami stress hingga depresi. Hal ini dikarenakan mereka akan terus memikirkan cara untuk memenuhi kebutuan diri sendiri dan keluarga. Generasi ini bisa dibilang buruk karena akan membuat mereka memikirkan kebahagiaan diri sendiri dan lebih mementingkan orang lain.
2. Tidak puas dan selalu merasa bersalah
Mereka yang dikatakan sebagai Generasi Sandwich akan merasa selalu bersalah dan tidak pernah puas dengan apa yang mereka hasilkan meskipun sudah dilakukan secara maksimal. Biasanya kebiasaan ini akan muncul ketika kebutuhan keluarga tak terpenuhi secara maksimal. Hal ini diperparah jika perasaan gagal memenuhi ekspetasi keluarga terutama orang tua dan anak-anak.
3. Mudah merasa khawatir
Generasi Sandwich akan mudah merasa khawatir, karena takut tidak mampu untuk memberikan yang terbaik dalam emmenuhi kebutuhan keluarga atau anak. Jika dibiarkan secara terus menerus maka hal ini bisa menjadi bom bagi diri sendiri. Maka dari itu perasaan ini harus diluapkan agar tidak menjadi beban pikiran.
Itulah penjelasan mengenai arti dan dampak dari Generasi Sandwich. Semoga dengan membaca artikel ini kamu bisa menambah wawasan serta pengetahuan kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang




