Akurat

5 Fakta Menarik Port Moresby, Kota Paling Berbahaya di Papua Nugini yang Akan Dikunjungi Paus Fransiskus

Putri Chandra | 6 September 2024, 17:33 WIB
5 Fakta Menarik Port Moresby, Kota Paling Berbahaya di Papua Nugini yang Akan Dikunjungi Paus Fransiskus

AKURAT.CO Usai berkunjung ke Indonesia, Papua Nugini menjadi tujuan selanjutnya lawatan Paus Fransiskus di Asia-Pasifik.

Ibu Kota Papua Nugini, Port Moresby, sedang mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus.

Dan umat Katolik dari seluruh Papua Nugini akan berkumpul di Stadion Sir John Guise.

Meski tidak ada yang salah, namun ternyata Port Moresby menjadi perhatian masyarakat dunia karena sejumlah fakta menarik yang mengungkap hal-hal tak terduga.

Port Moresby adalah ibu kota Papua Nugini dan pusat komunikasi dengan dunia luar.

Sekitar 350 ribu orang tinggal di kota terbesar di Pasifik Selatan ini.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Paus Fransiskus, Hanya Punya Satu Paru-Paru Hingga Tidak Menonton Televisi

Sayangnya, citra Port Moresby di mata masyarakat dunia kurang baik karena pernah disebut sebagai kota paling berbahaya dan tidak ramah perempuan.

Mengutip berbagai sumber, Jumat (6/9/2024), berikut ini sejumlah fakta menarik tentang Port Moresby yang perlu kamu ketahui sebelum berkunjung.

Fakta Menarik Port Moresby

1. Memiliki laut yang indah

Sebagian orang di dunia menganggap Port Moresby sebagai salah satu surga wisata bagi penyelam karena dasar lautnya yang indah.

Bagi kamu yang suka menyelam, pastinya menganggap Port Moresby memiliki laut terbaik untuk menyelam karena banyak organisme air yang menakjubkan dapat dilihat.

2. Termasuk kota paling berbahaya di dunia

Dengan populasi sekitar 350 ribu orang, kota Port Moresby telah berada di peringkat lima besar sebagai kota berbahaya di dunia karena tingkat kriminalitas yang tinggi.

Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Fakta Menarik Drakor Love Next Door

Maka dari itu, disarankan untuk pengunjung agar tidak menggunakan transportasi umum karena kejahatan di kendaraan umum sering terjadi hampir setiap hari.

Di kota ini juga banyak gengster berkeliaran. Seperti beberapa kelompok raskol (begal) terburuk di kota ini adalah Kip Koboni, Bomai, Mafia, dan 585.

3. Tingkat kesenjangan sosial tinggi

Ibu kota Papua Nugini terbagi menjadi dua wilayah yang memiliki kesenjangan sosial paling besar dan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Dimulai dengan wilayah kota di pinggir pantai, tempat tinggal orang kaya dan orang asing, sehingga biasanya berfungsi sebagai pusat perhotelan dan pariwisata.

Sementara di kawasan lain hanya dihuni oleh penduduk asli. Wilayah ini adalah tempat kriminalitas dan kekerasan yang sering terjadi, terutama terhadap perempuan.

Kejahatan yang terjadi sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Orang-orang biasanya tinggal di gubuk liar dan lebih dari 60 masyarakatnya masih pengangguran.

4. Tidak aman untuk perempuan

Dengan sebutan kota paling berbahaya di dunia, ternyata sebesar 70 persen penduduk wanita mengalami pelecehan seksual atau penganiayaan seumur hidup.

Tindak kriminalitas juga sering mengincar wanita di kota ini, yang dipenuhi dengan gerombolan preman.

Kriminalitas berupa kekerasan adalah masalah utama di Port Moresby, bahkan kota tersebut juga mendapat julukan sebagai "surga" bagi penjahat.

5. Banyak preman jalanan

Seperti video dokumenter yang dibagikan BBC, telrihat para preman di Port Moresby lebih suka membidik warga lokal, tetapi bukan berarti aman bagi wisatawan atau WNA.

Tak jarang terlihat wisatawan yang membawa kamera mahal, jam tangan, atau dompet yang terlihat jelas, juga dapat menjadi mangsa.

Meskipun demikian, kejahatan terhadap WNA sangat jarang terjadi secara terencana, melainkan terjadi secara spontan jika ada kesempatan.

Itulah sejumlah fakta menarik yang lengkap tentang ibu kota Papua Nugini yaitu Port Moresby, yang akan menjadi kunjungan apostolik Paus Fransiskus kedua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.