Liburan Sambil Belajar Adat dan Budaya, Berikut 5 Rekomendasi Desa Wisata di Bali

AKURAT.CO Bukan hanya keindahan alamnya, tetapi juga kebudayaan masyarakat Bali yang masih tetap kuat dan tidak terpengaruh oleh zaman modern menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
Saat mengunjungi Bali, banyak wisatawan tertarik untuk mengeksplorasi desa adat atau desa wisata guna mengamati kehidupan dan kebudayaan masyarakat lokal.
Baca Juga: Kompetisi Hidangan Terbaik Diadakan di Bali, Siapa Menang?
Berikut merupakan lima rekomendasi desa wisata di Bali yang memiliki tradisi unik dan menarik untuk dijelajahi.
1. Desa Trunyan
Terletak di wilayah Kintamani, Kabupaten Bangli, Desa Trunyan tidak hanya dikenal sebagai desa tua dan berpegang pada tradisi, namun juga menawarkan aktivitas wisata yang sangat menarik dan sering dikunjungi wisatawan.
Salah satu kegiatan yang unik adalah mengunjungi pemakaman tradisional Desa Trunyan. Berbeda dengan pemakaman umum di Bali yang biasanya dikubur atau dikremasi.
Di Trunyan, jenazah warga yang meninggal secara alami hanya akan diletakkan di atas tanah tanpa proses penguburan atau kremasi.
2. Desa Sidetapa
Desa Sidetapa, yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, merupakan salah satu desa bersejarah di daerah tersebut.
Selain menjadi tempat yang memungkinkan bagi wisatawan untuk menggali sejarah dan kebudayaan lokal, desa ini juga menawarkan pengalaman unik dengan melihat rumah adat kuno Bale Gajah Tumpang Salu, yang telah berdiri sejak sekitar tahun 785 M.
Selama kunjungan, para wisatawan juga dapat membeli kerajinan anyaman bambu serta menyaksikan pertunjukan tarian dan ritual khas yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sidetapa.
3. Desa Tenganan
Desa yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, terus memertahankan warisan rumah adat dan tradisi yang telah ada sejak zaman dahulu.
Hal ini dikarenakan masyarakat desa memiliki ketentuan adat yang sangat kuat yang dikenal dengan sebutan awig-awig.
Selain itu, lingkungan Desa Tenganan juga tetap terjaga, dengan pemandangan sawah dan tanaman yang masih hijau, bahkan kerbau milik warga dapat bebas bergerak di sekitar halaman rumah.
Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk membeli berbagai jenis oleh-oleh, termasuk anyaman bambu, ukiran, lukisan di atas daun lontar yang telah dibakar, dan kain gringsing.
4. Desa Penglipuran
Desa Penglipuran merupakan desa wisata Bali yang telah dikenal luas oleh wisatawan domestik dan internasional.
Masyarakat yang tinggal di desa adat ini, disebut Bali Mula, masyarakat yang masih memegang teguh tradisi dan filsafat Tri Hita Karana yang menyatukan dimensi alam roh, dunia manusia, dan alam, sambil menjaga keseimbangannya.
Ketika berkunjung ke desa Penglipuran, para wisatawan akan merasakan ketenangan dan keindahan pedesaan yang khas.
Dan desa Penglipuran terletak di lereng Gunung Batur, Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli. Nama ‘Penglipuran’ berasal dari kata ‘pengeling pura’, yang artinya adalah tempat suci untuk mengenang para leluhur.
Baca Juga: Alam Ganjar Gelar Fun Match Bersama Vlogger dan Komunitas Esports Bali
5. Desa Cempaga
Salah satu desa adat Bali berikutnya adalah Desa Cempaga, yang terletak di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.
Desa ini, merupakan salah satu desa tertua di kabupaten tersebut, yang terkenal dengan sejumlah tradisi tarian sakral.
Beberapa tarian tersebut masih dilestarikan hingga hari ini, seperti tarian jangkang, tarian baris, tarian pendet, dan tarian rejang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








