Akurat

Wisata Religi, Berikut 5 Rekomendasi Gereja Kuno Bersejarah di Indonesia yang Cocok Dikunjungi Saat Natal

Rahman Sugidiyanto | 13 Desember 2023, 22:00 WIB
Wisata Religi, Berikut 5 Rekomendasi Gereja Kuno Bersejarah di Indonesia yang Cocok Dikunjungi Saat Natal

AKURAT.CO Bagi umat Kristiani di seluruh dunia, Hari Natal merupakan salah satu waktu istimewa yang dijadikan momen perayaan.

Selain menjadi kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih, perayaan Natal juga merupakan pengingat akan hari kelahiran Yesus Kristus.

Dalam merayakan kelahiran Yesus Kristus ini, kamu bisa mengunjungin beberapa gereja di Indonesia, bahkan beberapa diantaranya merupakan gereja kuno bersejarah.

Berikut 5 rekomendasi gereja kuno bersejarah yang dapat kamu kunjungi saat liburan natal.

1. Gereja Immanuel

Gereja Immanuel terletak di Medan Merdeka Timur No.10, Gambir, Jakarta Pusat. Bangunan gereja ini menampilkan desain mewah dengan pilar-pilar besar berwarna putih yang memukau.

Pembangunan Gereja Immanuel dimulai pada tahun 1834, pada masa pemerintahan Belanda.

Pada masa itu, gereja ini menjadi tempat ibadah bagi golongan elit, termasuk para petinggi, raja, dan bangsawan. Namun, dengan berakhirnya kekuasaan Hindia Belanda, peraturan tersebut tidak berlaku lagi.

2. Gereja Pniel Blimbingsari

Gereja Pniel Blimbingsari berlokasi di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Dengan struktur bangunan yang menyerupai pura, gereja ini sangat mencerminkan perpaduan yang menarik antara agama Nasrani dan kebudayaan Bali di Blimbingsari.

Meskipun demikian, salah satu elemen yang membedakan gereja ini dari pura Hindu adalah adanya tanda salib yang terletak di puncak bangunan.

Baca Juga: Sambut Natal 2023, Presiden Jokowi Resmikan Gereja Katedral Keuskupan Agung Kupang

Baca Juga: Penuh Dengan Sejarah, Inilah Daftar 5 Gereja Tertua di Dunia

3. Gereja Santa Maria de Fatima

Dengan struktur bangunan yang menyerupai klenteng, Gereja Santa Maria de Fatima merupakan tempat ibadah bagi penganut agama Konghucu.

Terletak di kawasan Glodok, Jakarta Barat, gereja ini masih mempertahankan gaya arsitektur khas Fukien (Tiongkok Selatan).

Gereja Santa Maria Fatima menjadi satu-satunya gereja di Jakarta yang menyelenggarakan misa dengan dua bahasa, yaitu Indonesia dan Mandarin.

Dibangun pada awal abad ke-19 dengan arsitektur Tionghoa yang unik, gereja ini dinyatakan sebagai Cagar Budaya pada tahun 1972.

4. Gereja Blenduk

Gereja Blenduk berlokasi di Jalan Letjend Suprapto No 32, Kota Lama Semarang. Bangunan gereja ini sangat menarik untuk diabadikan dalam foto karena memiliki gaya neo klasik yang estetis.

Tak hanya itu, karena letaknya yang berdekatan dengan destinasi wisata lain memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi wilayah sekitar Gereja Blenduk,

Setelah rangkaian ibadah selesai, kamu bisa sekaligus mengeksplorasi tempat wisata 3D Trick Art Museum atau area Pasar Klitikan Kota Lama.

5. Gereja Katedral

Gereja Katedral Jakarta merupakan salah satu gereja yang sangat terkenal. Gereja ini memiliki nama lain yang berasal dari Bahasa Jerman, yaitu De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming atau Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Gereja ini diresmikan sekitar tahun 1901 dan didirikan dengan arsitektur neo-gotik yang berasal dari Eropa.

Selain itu, Gereja Katedral ini juga memiliki museum yang bernama Museum Katedral, dan museum ini diakui sebagai museum terbaik di Jakarta dalam kategori cagar budaya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.