Sam Altman Kembali Sebagai CEO OpenAI, Hanya Beberapa Hari Setelah Pemecatannya

AKURAT.CO Sam Altman kembali sebagai CEO OpenAI hanya beberapa hari setelah pemecatannya, mengakhiri diskusi publik tentang masa depan startup yang tengah booming tersebut.
Kembalinya Sam Altman lalu berpotensi untuk membuka era baru bagi startup itu, perusahaan yang telah lama menimbulkan kekhawatiran akan bahaya AI dan potensi komersialisasinya.
Dalam cuitannya di media sosial X, dulu dikenal Twitter, Sam Altman mengatakan bahwa ia mencintai OpenAI dan tidak sabar akan kembali ke perusahaan AI tersebut.
"Saya menyukai openai, dan semua yang telah saya lakukan selama beberapa hari terakhir ini adalah untuk menjaga tim ini dan misinya tetap bersama. Ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan msft pada hari minggu malam, sudah jelas bahwa itu adalah jalan yang terbaik untuk saya dan tim. Dengan dewan direksi yang baru dan dukungan dari w satya, saya tidak sabar untuk kembali ke openai, dan membangun kemitraan yang kuat dengan msft." tulisnya akun @sama, dikutip Kamis (23/11/2023).
Para analis mengatakan perombakan yang terjadi akan menguntungkan Altman dan Microsoft, dibuktikan dengan saham Microsoft yang naik hampir 1 persen dalam perdagangan pra-Pasar Amerika Serikat.
"Masih ada pernyataan besar tentang mengapa Altman dipecat dan mengapa Microsoft tidak mengetahui keputusan tersebut," kata Kepala Analisis Keuangan AJ Bell, Danni Hewson.
"Yang tampak jelas adalah bahwa Microsoft kini akan memainkan peran yang jauh lebih besar, bahwa kemitraan akan menjadi lebih kuat dan kedua perusahaan akan lebih terintegrasi," jelasnya.
Baca Juga: Profil Sam Altman, CEO OpenAI Yang Sempat Didepak Perusahaan Dan Direkrut Microsoft
Sementara itu, dewan direksi hanya memberikan sedikit penjelasan mengenai pemecatan Altman.
Hingga saat ini, belum jelas apakah dewan direksi sebelumnya yang tidak memiliki ekuitas di OpenAI akan mempertahankan kursi mereka atau apakah para pendukung anak perusahaan yang memiliki laba terbatas (pemilik 49% Microsoft) pada akhirnya akan memenangkan penunjukan dewan direksi.
Tidak seperti kebanyakan perusahaan rintisan di Silicon Valley, OpenAO diawasi oleh dewan induk nirlaba yang dirancang untuk memastikan keamanan AI di samping pertumbuhan.
Perusahaan itu membentuk unit laba terbatas pada tahun 2019 guna mengumpulkan dana dan memberikan opsi saham kepada karyawan.
Diketahui, Dewan Open AI sebelumnya terdiri dari Tasha McCauley, Helen Toner dan Kepala Ilmuwan Open AI, Ilya Sutskever hingga CEO Qoora D'Angle, yang merupakan bagian dari mereka yang diubah.
Dilaporkan sebelumnya beberapa pemegang saham sedang menjajaki jalur hukum setelah kekacauan akan masa depan Open AI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








