Deretan Roket Yang Dimiliki Hamas, Salah Satunya Memiliki Jangkauan Tembak Hingga 250 Km

AKURAT.CO Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, meluncurkan roketnya ke Kota Kiryat, Shmona, Israel pada Kamis (2/11/2023) minggu lalu, akibat serangan tersebut dilaporkan dua warga Israel terluka.
Dalam saluran telegramnya, Hamas mengatakan personel Brigade Al-Qassam di Lebanonan menembakkan 12 roket ke arah Kiryat Shmona yang berada di wilayah utara Israel sebagai tanggapan atas pembantaian terhadap rakyat Gaza.
Diketahui, roket yang ditembakkan pasukan sayap militer Hamas itu berjenis Ayyash 250 dengan jangkauan hingga 250 kilometer.
Sebelumnya, dalam serangan 7 Oktober, Hamas mengklaim menembakkan 5.000 roket ke wilayah Israel yang dipagari beragam sistem antiserangan udara Iron Dome.
Diberitakan oleh The New York Times, kemampuan teknologi dan persenjataan Hamas semakin meningkat. Sehingga dapat mengecoh kemampuan Iron Dome milik Israel.
Baca Juga: Ini Alasan FIFA Tidak Keluarkan Israel Meski Serang Palestina, Masih Bisa Ikut Kualifikasi Piala Eropa 2024?
Dikutip dari berbagai sumber, Senin (6/11/2023), berikut ini dereta roket yang dimiliki Hamas.
1. Qassam 1= Jangkauan 4 Km, Hulu Ledak 0,5 Kg
2. Qassam 2= Jangkauan 10 Km, Hulu Ledak 5 kg
3. Qassam 3= Jangkauan 12 Km, Hulu Ledak 15 kg
4. Grad= Jangkauan 48 Km, Hulu Ledak 45 kg
5. WS-1E= Jangkauan 4 Km, Hulu Ledak 22 kg
6. Fadjr-5= Jangkauan 75 Km, Hulu Ledak 90 kg
7. M302= Jangkauan 150+ Km, Hulu Ledak 150+ kg
8. M-75= Jangkauan 75 Km, Hulu Ledak 60 kg
9. R-160= Jangkauan 160 Km, Hulu Ledak - kg
10. Ayyash 250= Jangkauan 250 Km, Hulu Ledak - kg
Selain deretan roket di atas, Hamas juga memiliki beragam jenis roket lainnya, seperti Sejil 55, Quds, dan J-80.
Roket Hamas dihasilkan dari perakitan mandiri di Jalur Gaza, dengan mendaur ulang material yang ada di Gaza menjadi peluncur, tabung roket, hingga peledak.
Sejumlah pengamat memperkirakan, Hamas mendapat pendampingan teknis dari Iran.
Hamas juga mengandalkan pasokan komponen roket dari sejumlah negara, seperti Iran dan Suriah. Namun, ketika Suriah tenggelam dalam perang saudara, dukungan tersebut berhenti.
Sementara itu, komponen dari Iran diselundupkan menggunakan jalur Semenanjung Sinai-Gaza melalui terowongan bawah tanah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta


