Parodi 'Perjamuan Terakhir' di Opening Olimpiade Paris 2024 Picu Kontroversi, Penyelenggara Minta Maaf

AKURAT.CO Upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024, yang digelar pada Sabtu (27/7/2024) dini hari WIB, memicu kritik tajam dari berbagai pihak.
Kontroversi ini bermula dari sebuah pertunjukan pembukaan Olimpiade Paris 2024 yang dinilai menghina salah satu agama, khususnya Kristen.
Salah satu pertunjukan pembukaan Olimpiade Paris 2024 memperlihatkan sekelompok waria melakukan parodi 'Perjamuan Terakhir' atau 'Last Supper', momen yang sangat sakral dalam agama Kristen.
Baca Juga: Mengapa Kontingen Rusia dan Belarusia Absen di Olimpiade Paris 2024?
Kritik keras pun bermunculan, termasuk dari Elon Musk yang menyampaikan ketidakpuasannya melalui akun X (sebelumnya Twitter).
"Ini sangat tidak menghormati orang Kristen," tulis Elon Musk, dikutip Senin (29/7/2024).
Kritik serupa juga disampaikan oleh akun lain yang menyebut pertunjukan tersebut sebagai tindakan yang tidak menghargai 2,4 miliar umat Kristen di dunia.
Selain itu, upacara pembukaan yang diadakan di luar stadion juga mendapat kritik karena dianggap kurang megah dibandingkan dengan upacara pembukaan Olimpiade sebelumnya.
Klarifikasi Pihak Penyelenggara
Pihak penyelenggara Olimpiade, melalui akun X resmi mereka, menjelaskan bahwa pertunjukan tersebut sebenarnya merupakan penafsiran dari Dewa Yunani, Dionysus.
Baca Juga: Menguak Kontroversi Hannah Neeleman dan Ballerina Farm, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Sebagai tanggapan atas kontroversi ini, penyelenggara Olimpiade Paris 2024 menyampaikan permintaan maaf. Mereka menyesalkan jika upacara pembukaan tersebut telah menyinggung kelompok agama tertentu.
Menurut laporan Channel News Asia, permintaan maaf ini diumumkan setelah adanya keluhan dari para uskup Prancis yang sangat kecewa dengan beberapa adegan dalam upacara tersebut.
Baca Juga: F1 GP Hungaria: George Russell Batal Juara karena Mobilnya kurang Berat, Gelar Jadi Milik Hamilton
Juru bicara Olimpiade Paris 2024, Anne Descamps, menyatakan bahwa tidak pernah ada niat untuk tidak menghormati kelompok agama mana pun.
Thomas Jolly, sutradara teater yang mengarahkan upacara pembukaan, juga menyangkal bahwa adegan tersebut terinspirasi dari 'Perjamuan Terakhir'.
Menurutnya, adegan itu dimaksudkan untuk mempromosikan toleransi terhadap identitas seksual dan gender yang berbeda.
"Saya ingin upacara yang menyatukan orang, yang mendamaikan, tetapi juga yang menegaskan nilai-nilai tentang kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan," jelas Jolly.
Jolly juga membantah klaim bahwa upacara tersebut mempromosikan imej setan, dengan menyatakan bahwa karakter-karakter yang dihadirkan terinspirasi oleh dewa-dewa pagan, bukan setan.
Dengan permintaan maaf ini, penyelenggara berharap dapat mengatasi kontroversi dan melanjutkan perhelatan olahraga terbesar di dunia ini dengan damai dan penuh persatuan.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Olimpiade Paris Hari Ini: Fajar/Rian dan Rinov/Pitha Tempuh Laga Penentu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









